Sehari 5 Murid Dikunjungi Hingga Pantau Peserta Didik di WAG

  • Whatsapp
MEREKAM AKSI GURU KUNJUNGI RUMAH MURID
OLEH: RUM LENGKAS

Corona Virus Disease (Covid-19) melanda seluruh dunia, tanpa terkecuali di Indonesia, termasuk Kabupaten Banggai. Peserta didik tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK baik negeri maupun swasta harus diliburkan selama 14 hari, sejak tanggal 16 Maret 2020 lalu. Meskipun diliburkan, tapi proses belajar mengajar harus tetap berjalan.

Tugas guru sekaranga bertambah dengan memberikan pembelajaran jarak jauh serta kunjungan ke masing-masing rumah murid. Seperti yang dilakukan Nurdiana Latiang (56), guru SDN Unjulan, Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara.

Bacaan Lainnya

Pagi, Nurdiana Latiang mulai bergegas dari kediamannya, di Komplek BTN Pepabri untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru ASN. Padahal, pemerintah telah meliburkan seluruh murid.

Setelah memastikan kehadirannya di sekolah, Nurdiana segera mengerjakan tugas sebagai tenaga pendidik, serta mempersiapkan bahan pembelajaran bagi peserta didik di rumah. Sebab, selesai Salat Ashar, Nurdiana Latiang harus mendatangi murid-muridnya, di rumahnya masing-masing untuk memberikan pembelajaran.

Modal kendaraan matic roda dua, dia mulai menyasar satu per satu rumah muridnya. Nurdiana Latiang merupakan guru kelas I C SDN Unjulan mengaku, bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan bagi muridnya.

Alumni Universitas Terbuka tahun 2012 ini, bersama-sama dengan rekan-rekannya di SDN Unjulan, mengikuti himbauan pemerintah untuk memantau anak didiknya secara langsung atau melalui WhatsApp grup (WAG) orang tua murid. Mereka mengirimkan tugas belajar ke WAG.

“Kami kunjungi murid di rumahnya, tapi belum semua. Minggu ini akan kami lanjutkan, sebab guru-guru juga baru diliburkan ke sekolah. Rata-rata, kitorang berkunjungan sejak Minggu lalu, awal libur murid. Kalau saya punya kelas 1 C, muridnya ada di Unjulan, Kilongan, Bumi Beringin, Awu dan Pepabri,” kata Ibu dua anak ini kepada Banggai Raya, Selasa (24/3/2020).

Mantan guru SDN Inpres 2 Kelurahan Baru dan SDN Inpres Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk yang menyisakan 3 tahun lagi memasuki masa purna bakti, di tahun 2023 bertekad, memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan, ingin mencetak generasi muda yang bermutu.

Anak almarhum Husni Latiang merupakan mantan Kepala SMA Muhammadiyah Luwuk ini, mengakui sulit menghadapi beragam watak peserta didik. Sehingga, saat melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah muridnya, waktu mengajar cukup lama.

Kalau murid yang pintar tidak terlalu lama. Istri Salimudin Siregar ini, lebih fokus pada anak yang belum lancar membaca, dengan membutuhkan waktu selama setengah jam. Dia berusaha melakukan tatap muka dengan 5 murid setiap hari. Dalam kunjungan tersebut, dia memberikan lembaran tugas, nanti sesudah libur baru dikumpul saat masuk sekolah.

Seperti pada Selasa (24/3/2020), selesai Salat Ashar walaupun hujan turun di komplek kediamannya, Nurdiana Latiang tetap melaksanakan tugasnya untuk berkunjungan ke rumah murid-muridnya. Murid kelas I C SDN Unjulan, Siti Nazwa, Mohammad Syahril dan Lailatul Janah di Kelurahan Kilongan, sangat senang dengan kunjungan Nurdiana Latiang.

“Murid saya di kelas 1 C itu 20 orang, saya mengajar di SDN Unjulan sudah 7 tahun, jadi saya tinggal menunggu pensiun, sudah tidak lama lagi, di tahun 2023. Saya punya murid, belum semua saya kunjungi. Kadang-kadang dihambat dengan mengikuti pengajian, ada juga alamat peserta didik yang sudah lupa. Tapi, Kami masih punya waktu sampai dengan tanggal 30 Maret 2020,” kata Nurdiana Latiang.

Tetaplah Semangat Ya Bu Nurdiana! ***