Sebut PKS ‘Bodok’ dan Gerindra Terlalu Licik, Pemilik Akun FB Armin Putra Toili Dipolisikan

BANGGAI RAYA–Pemilik akun Facebook Armin Putra Toili dilaporkan ke aparat penegak hukum Mapolres Banggai pada Selasa (7/42020). Terlapor dilaporkan Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banggai, H Iswan Kurnia Hasan atas dugaan tindak pidana penghinaan melalui akun Facebook miliknya. Postingan yang ditengarai mencederai PKS diunggah Senin (6/4/2020).

Laporan itu dibuktian dengan diterbitkannya Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor STTLP/153/IV/2020/Sulteng/Res-Bgi tertanggal 7 April 2020. Dalam STTLP tersebut, menyebutkan, pelapor atas nama H Iswan Kurnia Hasan melaporkan telah terjadi tindak pidana penghinaan yang terjadi pada Senin 6 April 2020 sekitar pukul 18.00 Wita, bertempat di Luwuk, Kecamatan Luwuk, sebagaimana tercantum dalam laporan polisi nomor LP/153/IV/2020/Sulteng/Res-Bgi.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Banggai Hadiri Rakor PKK Provinsi Sulteng

Terlapor dilaporkan, karena memposting kata-kata yang diduga melakukan tindak pidana penghinaan di laman akun Facebooknya.

Di akun Facebooknya, terlapor menulis: ‘Kegagalan PKS mendapatkan Wagub DKI setelah dikibuli Prabowo dan Gerindra, dan keberhasilan Gerindra mendapatkan posisi Wagub DKI setelah mengibuli PKS, menunjukkan yang satu bodok dengan lugu gampang dikibuli, yang satu terlalu licik untuk tega mengibuli teman segajah’.

BACA JUGA:  Harga Gas Elpiji Tembus Rp60 ribu, Akademisi : Pemda Harus Tegas Pada Pangkalan

Unggahan Akun Facebook Armin Putra Toili menyertakan foto Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Wagub DKI terpilih, Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA.

Laporan beserta barang bukti telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Banggai untuk diproses.

Ketua DPC PKS Banggai, Iswan Kurnia Hasan mengakui hal tersebut. Di laman Facebook Iswan Kurnia Hasan ia menulis postingan terkait dengan upaya hukum melaporkan akun Armin Putra Toili.

BACA JUGA:  Lima Mahasiswa Unismuh Luwuk Ikuti ONMIPA-PT Tingkat LLDIKTI XVI, Ini Daftar Namanya!

Iswan dalam penjelasannya mengungkap bahwa PKS bersama sahabat Gerindra telah melaporkan peristiwa itu.

Di postingan Armin Putra Toili menyinggung dua parpol. Yakni, menyebut PKS bodok (baca: bodoh) dan Gerindra terlalu licik.

“Kami menempuh jalur hukum karena NKRI adalah negara hukum. Dan kami percaya aparat akan segera menyelesaikan kasus ini dengan baik. Insya Allah segera ketemu kembali di pengadilan,” tulis Iswan Kurnia Hasan di laman Facebooknya. Postingan Iswan Kurnia Hasan telah dibagikan sebanyak 25 kali hingga tadi malam sekira pukul 21.18 Wita. Komentar membanjir. URY