SDN Inpres 3 Nambo Gelar Simulasi PTM Terbatas

  • Whatsapp
ABADIKAN momen bersama usai melaksanakan simulasi PTM terbatas. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA– SDN Inpres 3 Nambo baru saja menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Senin (20/9/2021). Simulasi ini, sebagai syarat untuk menerapkan PTM itu sendiri.

Simulasi itu dihadiri Koordinator Pendidikan Nambo, Pengawas Sekolah, Ketua Komite, Ketua Gugus Satgas Covid-19 Nambo Bosaa, Babinkantibmas, perwakilan orangtua dan peserta didik, masing-masing tiga orang per kelas.

Bacaan Lainnya

Dalam simulasi ini, dilakukan pengenalan sekolah dan belajar di masa pandemic. Kemudian dilakukan pengukuran suhu tubuh peserta didik menggunakan thermogun dan dicatat dalam dokumen yang tersedia dan mencuci tangan pakai sabun.

Kemudian, ketika PTM terbatas nanti diterapkan, murid duduk dalam kelas sesuai tempat yang sudah diatur oleh wali kelas, tanpa harus pindah ke tempat lainnya.

Murid wajib sarapan dari rumah, dan hanya air minum yang dibawa ke sekolah. Peserta didik wajib membawa alat tulis dan perlengkan belajar tidak saling meminjam. Kemudian, sebelum kluar kelas, wajib memakai hand sanitizer.

Kepsek SDN Inpres 3 Nambo, Joswi Dilama mengatakan, ada beberapa hal yang dipersiapkan menjelang simulasi PTM terbatas.

Pertama kata dia, sekolah harus melakukan verifikasi data dan menyediakan semua kesiapan belajar secara manual dan online, sperti toilet, tempat cucian tangan, ketersedian sabun/ disinfektan/ handsanitizer, thermogun, dan kelengkapan adminstrasi lainnya.

“Kemudian, telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Kadis Pendidikan Kabupaten Bangai. Dan membuat SK Satgas Covid-19 satuan pendidikan,” ujar Joswi Dilama kepada Banggai Raya, Rabu (22/9/2021).

Kegiatan simulasi itu berakhir dengan melakukan rapat dan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama seluruh stakeholder PTM terbatas yang hadir.

Joswi Dilama mengatakan, simulasi PTM terbatas ini merupakan langkah awal dan syarat membuka sekolah. “Semoga pelaksanaan simulasi ini memberi kesempatan warga sekolah untuk bisa beraktivas normal sesuai petunjuk dan pematuhan Prokes 5M di masa pandemi,” ungkap Joswi yang juga merupakan gelandang Legend di kesebelasan Mutiara Nambo.

“Seiring memperhatikan petunjuk teknis (Juknis), pelaksanaan PTM terbatas yang termuat dalam SKB 4 menteri, mudah-mudahan dunia pendidikan lebih leluasa lagi mengembangkan proses pembelajaran yang selama ini telah mati suri sejak pandemic. Kami harap peserta didik lebih komunikatif, lingkungan belajar menjadi kondusif, dan hasil belajar akan produktif,” harap Joswi, yang jugga pesepakbola aktif di Tim Mutiara Nambo Oldstar itu. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait