Satu Calon Kades Absen, Sirom Sukses Gelar Debat Kandidat

  • Whatsapp
Kegiatan debat publik/kandidat Pilkades Desa Sirom, Kecamatan Lamala. FOTO ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sirom, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai sukses menggelar debat publik atau kandidat Calon Kades, Pada Senin (22/11/2021) pekan kemarin.

Seksi Pendaftaran Panitia Pilkades Sirom, Roten Merontoh mengatakan, tahapan demi tahapan telah dilalui oleh panitia dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak gelombang III tahun 2021 se Kabupaten Banggai.

Bacaan Lainnya

“Pemilihan kepala desa di Desa Sirom, Kecamatan Lamala telah selesai melaksanakan tahapan kampanye terbatas, dan debat publik sesuai hasil rapat pembahasan tentang persetujuan pelaksanaan debat publik oleh para calon yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 November 2021,” ujar Roten Merontoh kepada Banggai Raya, Senin (29/11/2021).

Ia menjelaskan, jadwal kampanye terbatas dimulai dari tanggal 26 sampai 27 November 2021. Pada tanggal 26 November 2021, sekira jam 08.00-10.00 wita oleh calon nomor urut 1, Alfrets Lasompoh, ST.

Pada jam 15.00-17.00 wita oleh calon nomor urut 3, YanceWasi. Pada tanggal tanggal 27 November 2021, sekira jam 08.00-10.00 nomor urut 4 oleh Komang Swastika. Sedangkan 2 calon tidak menjadwalkan untuk kampanye, yaitu nomor urut 2, WelinceTobiling dan nomor urut 5, Wilson Tayai.

Pada tanggal 27 November 2021 jam 15.00 sampai 17.00 wita pelaksanaan debat publik. Dari 5 calon Kades Sirom yang ikut debat hanya 4 orang, dan satu orang tidak ikut yaitu nomor urut 2, Ibu Welinjte Tobiling.

“Tempat pelaksanaan debat publik di lapangan sepak bola Desa Sirom, dihadiri oleh simpatisan dan pendukung serta masyarakat yang ingin mendengarkan bobot seorang calon pimpinan yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Sirom Yoce Naulu, S.Th, di saat membuka acara debat public mengatakan, dalam menghadapi perayaan Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022, mari sama-sama sukseskan pesta demokrasi Desa Sirom. “Agar pelaksanaanya kondusif, keamanan terjaga karena damai itu indah dan melahirkan pimpinan yang berkualitas, serta mampu memimpin desa yang lebih baik,” tambahnya. (*)

Penulis: Rum Lengkas

Pos terkait