Santri Ponpes NW Toili Barat Setor Hafalan Alquran

BANGGAI RAYA- Pondok Pesantren Fathul Hikam Al-Mubaraq Nahdlatul Wathan Kecamatan Toili Barat menggelar ujian tahfiz Alquran bagi santri dan santriwatinya, Minggu (18/10/2020) pekan kemarin. Ujian Tahfiz Alquran ini diikuti sekitar 40 santri.

Kegiatan ini dihadiri langsung para wali santri dan tokoh agama setempat. Satu persatu santri tampil untuk dinilai kemamampuan hafalan Al-Qurannya mulai dari hafalan 1 juz sampai 4 Juz.

Kegiatan ini merupakan rutinitas di setiap akhir semester.  Meski usia pondok yang terbilang masih belia, namun beragam pujian datang dari wali santri, seperti disampaikan Muksin.

BACA JUGA:  Awal Masuk Sekolah, SMPN 3 Luwuk Gelar Halal Bihalal

“Anak saya sudah bnyak mengalami perubahan dalam pendalaman ilmu Alquran , saya cukup berbangga bisa menyaksikan anak saya tampil , ini suatu kebanggaan bagi saya beserta keluarga,” ujarnya. 

Pimpinan Pondok Pesantren NW Toili Barat, Ustad sanusi mengayakan, Pondok ini secara bangunan fisik boleh mengalami kekurangan namun  tidak dengan kemampuan dalam pelaksaan belajar mengajar.Cita citanya dalam memberikan pemahaman dalam hal pendalaman ilmu alquran dengan melihat.

Ustad Sanusi begitu detail memantau pekembangan santri dalam hal belajar khususnya menghafal ayat-ayat suci Al Quran.  Karena menurutnya, itulah sumber keberkahan. Sehingga pondok selalu eksis di rengah segala kekurangan. Baik dari fasilitas gedung asrama hingga kekurangan lainnya.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

KEMAJUAN SANGAT PESAT

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Pemuda Nahdlatun Wathan (IPNW) Kecamatan  Toili Barat yang juga karteker DPK KNPI Toili Barat, Ma’ruf mengatakan, kemajuan serta kemandirian pondok pesantren ini sangat pesat.

“Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Saya berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih kepada pondok pensantren  kami NW yang ada di dataran toili barat,” harapnya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Banggai Sebut Luwuk so Kotor

Sebab sejauh ini, Maruf melihat belum banyaknya sentuhan dan perhatian dari pemerintah daerah terhadap Ponpes. Selaku pemuda di kecamatan tersebut, ia pun bertekad akan selalu menyuarakan apa yang menjadi kekurangan Pondok Pesanstren NW di Toili Barat.

“Saya akan terus perjuangkan ini, mudah mudahan ada jalan terbaik,” ungkapnya. Maruf menambahkan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pondok sangat tinggi. Khususnya pondok pesantren binaan Organisi Ilam Nahdlatul Wathan. Dan tentunya hal itu harus dibarengi dengan fafilitas yang memadai. JAD