Sakit Asma, Pengobatan Arsad Dijamin Penuh JKN-KIS

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Penyakit Asma mungkin sudah sering didengar oleh banyak orang yang merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas dan batuk-batuk. Beberapa pemicunya antara lain debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus atau bahkan terpapar zat kimia.

Seperti dialami Arsad (56) warga Nambo yang merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan membayar iuran Rp42 ribu per bulannya. Arsad dan anggota keluarganya sudah setahun lebih menjadi peserta JKN-KIS dan mereka pun merasa sangat senang dengan adanya program ini.

Arsad bercerita tentang pengalamannya berobat dengan menggunakan JKN-KIS. “Saya sudah lama mempunyai penyakit asma dan sering sekali kambuh apalagi pada saat udara dingin, kata dokter asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan, peradangan ini membuat saluran pernapasan bengkak dan sensitiF akibatnya saluran pernapasan menyempit menyebabkan kurangnya udara yang mengalir ke paru-paru,” ujar Arsad.

Selama berobat, Arsad mengaku tidak ada hambatan sama sekali dengan menggunakan JKN-KIS. Asalkan kata dia, sesuai dengan prosedur yang berlaku dan biaya kesehatan pun terjamin.

Pelayananya pun kata Arsad, selama berobat pelayannya sangat baik. Para dokter dan perawat yang melayani juga sangat ramah dan tidak ada perbedaan antara pasien yang menggunakan kartu JKN-KIS dengan pasien umum.

Ia berharap, program JKN-KIS ini tetap ada agar masyarakat seperti dirinya tidak perlu khawatir dengan biaya berobat. “Saya berpesan kepada masyarakat yang belum terdaftar agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS dan membayar iuran setiap bulannya secara rutin agar kartu tetap aktif dan jika sewaktu-waktu jatuh sakit sudah ada yang menjamin pelayanan kesehatan,” pungkasnya. JAD/*

Pos terkait