Ruslam Sebut Kasus Penamparan Siswa Bukan di MTs 1 Lamala, Tapi…..

BANGGAI RAYA- Viral pemberitaan kasus penamparan siswa oleh oknum guru di salah satu madrasah tsanawiyah yang ada di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai. Kasus penamparan siswa itu telah selesai dan berakhir damai.

Terkait penamparan siswa yang sebelumnya disebutkan di MTs 1 Lamala, mendapat respon dari Anggota PGRI Kecamatan Lamala, Ruslam Toenang. Ia mengaku keberatan atas disebutkan asal oknum guru dari MTs 1 Lamala.

“Setahu saya MTs di Lamala sudah tidak berjalan seperti dulu. Itu yang benar oknum guru di MTs 2 Banggai,” cetus Ruslam Toenang mengklarifikasi pemberitaan, Rabu 14 Juni 2023.

BACA JUGA:  Berkas Tiga Bakal Calon Rektor Unismuh Luwuk Resmi Diserahkan ke PWM Sulteng

Ia menyebutkan, sejak meninggalnya Ketua Yayasan Ibrahim Mambuhu S.Ag.,, MTs di Lamala sudah jalan. Sehingga sangat diyakini oknum guru itu dari MTsN 2 Banggai.

“Ini hasil konfirmasi saya, saya sudah tanya semua. Termasuk pihak MTs di Masama, dan Polsek Lamala. Itu oknum guru mengajar di MTsN 2 Banggai. Mohon dikoreksi pak beritanya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tampar siswa, guru di MTs 1 Lamala, Kabupaten Banggai dipolisikan, dan berakhir damai setelah dimediasi dengan pihak sekolah.

Wali siswa yang sebelumnya melaporkan pelaku yakni AP (32) terhadap pihak sekolah ke Mapolsek Lamala, kini mencabut laporan tersebut.

BACA JUGA:  Swadaya, Warga Jaya Makmur Bangun Jalan Kantong Produksi untuk Mudahkan Angkut Hasil Pertanian 

Hal itu setelah dilakukan mediasi di Mapolsek Lamala pada Selasa (13/6/2023) dengan mempertemukan pihak pelapor dan terlapor yang kemudian bermusyawarah sehingga memutuskan untuk berdamai.

Diketahui kekerasan terhadap anak/penganiayaan oleh MB (57) warga Desa Tangeban, Masama terhadap FP (16) siswa kelas IX, dilaporkan ke Mapolsek Lamala pada Jumat (17/3/2023).

Saat itu terlapor MB yang merupakan guru BK mendapati korban tidak mengikuti ujian praktek bidang study PJOK. Saat dipanggil, korban lari dan melompat pagar sekolah.

BACA JUGA:  Kelulusan Siswa Kelas 12 Dari 24 SMK di Banggai Capai 99,35 Persen, 9 Tidak Lulus 

Kemudian korban diundang ke ruangan guru dan korban tidak mengakui perbuatan tersebut, sehingga membuat MB marah dan menampar wajah korban, yang terjadi pada Kamis (16/3/2023) lalu.

“Dengan berkahir damai masalah ini, kami berharap hubungan dengan pihak MTs 1 Lamala menjadi lebih baik ke depannya,” ungkap Kapolsek Lamala AKP Zulfikar, SH.

Diharapkan, ke depan kegiatan belajar-mengajar tetap lancar seperti biasa dan yang paling utama, memastikan tak akan terjadi lagi peristiwa seperti yang sudah pernah. JAD/*