RSUD Kirim Sampel Swab ke Makassar

  • Whatsapp
TENTUKAN PDP NEGATIF ATAU POSITIF COVID-19

BANGGAI RAYA- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk yang tengah merawat satu pasien dalam pengawasan (PDP) di ruang isolasi, Kamis (26/3/2020) hari ini dijadwalkan akan mengirim sampel swab atau usap tenggorokan ke Balai besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai Nurmasita Datu Adam dalam siaran persnya, Rabu petang (25/3/2020) mengatakan, pengujian hasil swab itulah yang akan menentukan apakah pasien dalam pengawasan tersebut dinyatakan negatif atau positif mengidap virus corona.  Proses pengujian swab atau usap tenggorokan itu baru akan diketahui antara 5-10 hari kemudian.

Ia mengatakan, kondisi PDP yang dinyatakan oleh dokter itu, disebutkan memiliki keluhan demam da nada riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit kurang dari 14 hari, serta tidak ditemukan penyebab lain.

Nurmasita meminta agar semua pihak tetap waspada dan hati-hati. “Bagi yang pernah kontak dengan pasien, agar melakukan isolasi diri di rumah, sampai hasil pemeriksaan ada. Kita semua berdoa, semoga uji swab di laboratorium kesehatan Makassar itu hasilnya negative,” ujarnya. Saat ini kata dia, jumlah warga berstatus PDP di Kabupaten Banggai tetap empat orang.

MONITORING PENUMPANG

Terkait dengan warga yang baru kembali dari daerah terjangkit, ia mengatakan bahwa pemerintah melakukan pendataan dan monitoring selama 14 hari. Mereka yang baru melakukan perjalanan dari daerah terpapar virus corona itu, diminta segera menghubungi call center puskesmas terdekat, bila memiliki keluhan demam, batuk dan panas tinggi.

Sebagai langkah antisipasi awal kata Nurmasita, Pemda Banggai juga telah mewajibkan seluruh penumpang pesawat yang tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, untuk dibersihkan dengan disinfektan melalui bilik sterilisasi. Satu per satu penumpang yang baru turun dari pesawat, wajib masuk  ke bilik sterilisasi tersebut.

Berbagai kalangan di Luwuk juga berharap, pemerintah melakukan pemantauan secara ketat terhadap warga yang datang dengan menggunakan kendaraan mobil maupun kapal laut. Sebab bisa jadi, mereka berasal dari daerah terjangkit, namun masuk ke wilayah Kabupaten Banggai setelah sebelumnya transit di kabupaten/kota atau provinsi lain. DAR

Pos terkait