Ribuan Warga Saksikan Prosesi Adat Mombowa Tumpe ke Banggai Laut

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA-Prosesi ritual adat Mombowa Tumpe atau telur maleo dari Batui, Kabupaten Banggai ke Keraton Banggai di Kabupaten Banggai Laut pada Jumat petang (2/12/2022), menarik perhatian ribuan warga, termasuk yang berasal dari berbagai daerah seperti Touna, Palu, Jakarta hingga luar negeri.

Event tahunan yang sudah diketahui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, memang menarik untuk disaksikan, karena mengisahkan tentang hubungan dan pengakuan wilayah adat Batui yang dipimpin Bosanyo Batui terhadap Kerajaan Banggai yang pusatnya di Keraton Banggai (kini menjadi ibukota Kabupaten Banggai Laut).

Bacaan Lainnya

Ritual adat pengantaran telur maleo ini menurut Bosanyo Batui, selain sebagai bentuk pelestarian terhadap adat dan budaya Banggai, juga sebagai wujud hubungan wilayah yang terus terjalin.

Namun dalam prosesi penyerahan telur maleo pada petugas pengantar menuju kapal yang akan membawa telur ke Banggai, Bosanyo dalam kata-kata pesannya yang disampaikan dalam Bahasa Saluan, sempat menceritakan kesedihan mereka, karena semakin sulit melihat burung maleo atau dalam bahasa lokal disebut sebagai manuk mamua. Hutan semakin rusak. Karenanya, dalam kesedihan mereka, ia tinggal berharap pada pemerintah untuk mau menjaga kelestarian alam dengan aturan yang ada.

Bagi warga Batui, prosesi pengantaran maleo ini tetap memiliki nilai sakral, sebagai wujud kecintaan mereka pada alam dan budaya, serta ungkapan silaturahmi pada pemimpin di Keraton Banggai. Karenanya, ribuan warga setempat tetap berbondong-bondong mengikuti seluruh rangkaian sejak dari rumah adat Batui ‘Bonua Dakanyo’ hingga di Pelabuhan Batui.

Ketua panitia kegiatan Nasri Sei berharap, prosesi ritual pengantar 100 telur maleo ini berjalan lancar hingga tim pengantar sampai di Keraton Banggai dan kembali lagi ke Batui. DAR

Pos terkait