Rektor Baru Harus Mampu Kembangkan Muhammadiyah

BANGGAI RAYA- Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk baru saja selesai melaksanakan pemilihan  rektor (Pilrek) untuk periode 2020-2024, Senin (4/5/2020). Ada lima calon rektor yang bertarung dalam Pilrek tersebut yakni Agung K Djibran, Dr. Moh. Gifari Sono, Ikhwan Rays, Dr. Nurhidayah Layoo dan Sutrisno K Djawa.

Dalam pemilihan itu, Sutrisno K Djawa berhasil keluar sebagai pemenang atau peraih suara terbanyak dari empat kandidat lainnya. Ia meraup 22 suara, disusul Ikhwan Rays 19 suara, Dr. Moh. Gifar i Sono 16 suara, Agung K Djibran 11 suara dan Dr. Nurhidayah Layoo 10 suara.

Bacaan Lainnya

Setelah pilrek ini, nantinya kampus hijau itu akan mengajukan tiga nama peraih suara tertinggi dalam Pilrek ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk ditetapkan.

Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FEB Unismuh Luwuk, Muh. Rifaldi Sibay angkat suara terkait hasil Pilrek Unismuh Luwuk periode 2020-2024.

Baginya, siapapun yang terpilih dalam pemilihan ini itulah yang terbaik. “Bagi saya siapapun yang terpilih dialah yang terbaik. Muhammadiyah itu kalau dikasih amanah ya diambil, kalau tidak ya ikhlas,” kata Muh. Rifaldi Sibay yang juga Angkatan Muda Muhammadiyah.

Menurutnya, siapapun rektor yang akan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah diharapkan harus melek pada perkaderan di muhammadiyah dan tetap mengembangkan muhammadiyah itu sendiri.

“Karena ini jelas tujuan PTM (perguruan tinggi muhammadiyah) didirikan itu bukan hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa saja, melainkan juga untuk mengembangkan dakwah muhammadiyah di mana PTM itu berdiri. Kalau kata Ahmad Dahlan: hidup hidupilah muhammadiyah, jangan cari hidup di muhammadiyah. Saya kira ungkapan Kiyai Ahmad Dahlan ini adalah sebuah reminder untuk kita sebagai kader muhammadiyah agar senantias mengembangkan muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia  berharap, tahapan Pilrek ini bisa berjalan lancar dan sukses hingga penetapan dan pelantikan rektor periode 2020-2024. JAD