PWI Sulteng Kecam Tindakan Oknum Polisi Hapus Karya Jurnalistik di Banggai

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng di bawah pimpinan Ketua Mahmud Matangara SH., MM., mengecam tindakan  oknum polisi yang diduga melakukan perampasan dan menghapus karya jurnalistik dari Reporter TV One.

Insinden penghapusan gambar gambar hasil kerja jurnalis TV One itu terjadi pada Kamis siang (18/11/2021) saat kegiatan kunjungan Kapolda Sulteng. Meski di sore harinya, informasi bahwa yang bersangkutan telah berdamai.

Bacaan Lainnya

Ada beberapa poin yang disampaikan Ketua PWI Sulteng, dalam menanggapi kasus perampasan dan penghapusan karya jurnalistik tersebut.

Pertama, PWI Sulteng menegaskan bahwa wartawan dalam menjalankan profesinya dilindungi oleh undang undang. Oleh karena itu siapapun yang menghalangi kerja kerja wartawan patut diduga melanggar undang undang.

Kemudian, PWI Sulteng mengecam tindakan oknum polisi tersebut, sebagai tindakan yang melanggar kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (8) dan Pasal 4 ayat (1) dan (3) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“PWI Sulteng mendesak agar Polda Sulteng mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke Pengadilan. Pengusutan tuntas sangat diperlukan, mengingat kasus serupa sudah sering kali terjadi. Penuntasan kasus diharapkan memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi oknum lainnya. Permintaan maaf tidak menggugurkan proses hukum,” tegas Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara, Jumat (19/11/2021) melalui rilisnya.

Ketua PWI Sulteng berharap kedepan, personel kepolisian wajib memiliki pengetahuan dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas.

Bila kapolda enggan menindaklanjuti kasus ini, pengurus PWI Sulteng akan berupaya membawa kasus ke Mabes Polri.

Terakhir, PWI Sulteng meminta agar organisasi yang membawahi wartawan/jurnalis dapat  memperkuat solidaritas antar profesi. (*)

Pos terkait