Puluhan Rumah Warga Pangkalaseang Terendam Banjir

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Puluhan rumah warga Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, terendam banjir, Senin (30/3/2020). Peristiwa itu terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut. Sehingga membuat salah satu anak sungai di desa tersebut meluap dan menerjang pemukiman warga.

Hal itu dibuktikan dengan beredarnya sejumlah foto di media sosial, yang menyebutkan bahwa puluhan rumah warga di Desa Pangkalaseang terendam banjir.

Bacaan Lainnya

Dalam foto yang beredar di media sosial tersebut, terlihat puluhan rumah warga terendam banjir. Bahkan, warga setempat pun terlihat tengah bergegas mengevakuasi diri masing-masing.

Kepala Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, Erpan NS Lakuana mengungkapkan, akibat luapan salah satu sungai yang berada di desa, membuat 20 rumah warga terendam air. Akan tetapi, banjir tersebut, tidak membuat kerusakan pada rumah warga dan kerugian ekonomi.

“Hujan sejak malam yang membuat salah satu sungai di desa meluap dan ada 20 rumah yang terendam. Hanya, kami bersyukur banjir kali ini tidak terlalu parah seperti lalu,” ungkap Erpan NS Lakuana kepada Banggai Raya melalui Whatsapp, Senin (30/2/2020).

Meluapnya air sungai itu diakibatkan penyempitan dan dangkalnya sungai tersebut, serta bronjong yang dibangun di 2019 kemarin, tidak bisa menahan air hasil dari luapan sungai.

“Empat hari lalu juga terjadi banjir, karena memang sekarang lagi musim hujan. Nah, itu sungai meluap karena bronjong yang dibangun hanya 50 meter, sedangkan untuk bisa menahan supaya sungai itu tidak meluap, dibutuhkan bronjong dengan panjang 1 kilometer. Apalagi itu sungai sudah dangkal,” terang dia.

Kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi, supaya tidak terjadi banjir. Dibutuhkan satu alat untuk pengerukan dan pelebaran sungai yang menjadi sumber terjadinya banjir. “Rencananya besok (hari ini) kami mau ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai untuk mempertanyakan usulan bronjong kami, sekaligus meminta supaya bisa diturunkan satu alat berat untuk  pengerukan sungai, kalau sungai itu tidak dikeruk, pasti akan terjadi banjir,” terang dia. URY/SAH