Proyeksi Pendapatan Daerah Banggai Turun

  • Whatsapp
SEKKAB Abdullah Ali mewakili Bupati Amirudin Tamoreka saat menyerahkan dokumen Rancangan APBD Banggai Tahun Anggaran 2022 kepada Ketua DPRD Banggai, Suprapto. FOTO: SUTOPO ENTEDING

BANGGAI RAYA- Pendapatan daerah Kabupaten Banggai tahun anggaran 2022 turun dari proyeksi sebelumnya. Target pendapatan daerah 2022 ditetapkan sebesar Rp2.499.935.763.245. Fakta proyeksi turun itu terungkap dalam pidato Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka tentang pengantar nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Banggai tahun anggaran 2022 yang dibacakan Sekkab Banggai, Abdullah Ali pada rapat paripurna di Graha Pemda, Rabu (24/11/2021) malam.

Dari proyeksi pendapatan Rp2,4 triliun lebih itu berasal dari berbagai. Yakni, pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer serta lain-lain pendapatan yang sah.

Bacaan Lainnya

PAD sebesar Rp299.653.834.452, terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. (lihat grafis).

Kedua, pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp2.104.431.875.404 yang terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah.

Ketiga, lain-lain pendapatan yng sah direncanakan sebesar Rp85.850.053.389 yang terdiri dari pendapatan hibah dan lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dari beragam pendapatan itu urai Bupati Amirudin, terjadi penyesuaian struktur pendapatan daerah dalam RAPBD yang didasarkan pada surat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor 5-17/PK/2021 perihal penyampaian rincian alokasi transfer ke daerah dan dana desa tahun 2022 serta estimasi alokasi pendapatan dan kurang salur dana bagi hasil sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang penetapan kurang bayar dan lebih bayar dana bagi hasil pada tahun 2021.

Penerimaan pendapatan khususnya yang bersumber dari dana transfer yang diproyeksikan sebesar Rp2.104.431.875.404 mengalami penyesuaian menjadi sebesar Rp1.874.895.798.810, sehingga total pendapatan daerah sebesar Rp2.270.399.686.651. Sementara belanja daerah urai Bupati, dalam rancangan APBD 2022 yang sebelumnya diproyeksikan Rp2.538.335.038.771, mengalami penyesuaian akibat penurunan pendapatan yang bersumber dari dana transfer pusat.

Dengan demikian, jumlah belanja daerah menjadi Rp2.308.798.962.177. Anggaran tersebut tekan Bupati Amirudin, tetap diproyeksikan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Urusan pemerintahan konkuren itu urai dia terdiri dari program penunjang urusan pemerintahan daerah, urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pilihan, unsur pendukung, unsur penunjang dan unsur pengawasan. Dengan tetap menyediakan anggaran dalam rangka penanganan pandemi Covid yang diperkirakan masih berlangsung tahun depan.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Banggai, Suprapto didampingi dua wakil ketua, Batia Sisilia Hadjar dan Sambulbahri Mang serta sejumlah wakil rakyat itu, Bupati Amirudin juga merinci penyesuaian belanja daerah.

Yaitu, belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga sert berlanja transfer. Belanja operasi direncanakan menjadi sebesar Rp1.576.491.381.716. Belanja operasi ini merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Kebijakan belanja operasi ini antara lain adalah untuk mendanai belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsisi serta belanja hibah.

Kedua, belanja modal direncanakan sebesar Rp328.667.163.141 yang digunakan untuk menganggarkan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pendanaan aset tetap dan aset lainnya yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan.

Ketiga, belanja tidak terduga direncanakan menjadi Rp38.500.000.000, merupakan pengeluaran untuk keadaan darurat, termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, termasuk penanganan Covid.

Keempat, belanja transfer direncanakan menjadi sebesar Rp365.140.417.220 adalah berasal dari bagian bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah, belanja bantuan keuangan kepada desa dan dana desa yang bersumber dari APBN.

Yang berikutnya papar Bupati Amirudin adalah penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp43.399.275.526. Itu terdiri dari estimasi sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya atau Silpa sebesar Rp40.399.275.526 dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah sebesar Rp3.000.000.000.

Pengeluaran pembiayaan sebut Bupati Amirudin adalah pengeluara yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Mencakup, penyertaan modal sebesar Rp2 miliar kepada Bank Sulteng serta pemberian pinjaman daerah sebesar Rp3 miliar.

Bupati Amirudin menekankan bahwa penyusunan Rancangan APBD 2022 didasarkan beberapa prinsip. Yaitu, berkesesuaian dengan kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kemampuan pendapatan daerah.

Prinsip berikutnya adalah, tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Penyusunan rancangan anggaran, pendapatan dan belanja daerah berprinsip pula pada tepat waktu, sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan serta dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan kepatutan, manfaat untuk masyarakat.

Usai pidato pengantar nota keuangan dilanjutkan dengan pandangan fraksi. Tujuh fraksi di DPRD Banggai menyatakan menerima nota pengantar tersebut dan dilanjutkan pembahasan ke tahapan berikutnya. (*)

Penulis: Sutopo Enteding

Pos terkait