Program Sejuta Sapi, Disnakkeswan Banggai Terus Giatkan Prosista

  • Whatsapp
Ferlyn Monggesang

BANGGAI RAYA- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Banggai terus mengiatkan Program Satu Induk Satu Anak Satu Tahun (Prosista) di Tahun 2021.

Kegiatan Prosista ini untuk mendukung Sulawesi Tengah dalam program satu juta sapi, sehingga di tahun 2026 mendatang Kabupaten Banggai menuju Swasembada Daging.

Bacaan Lainnya

Kepala Disnakkeswan Banggai, Ir. Ferlin Monggesang, M.Si mengaku, Prosista di tahun 2019 lalu melebih target yang diberikan sebanyak 115 persen. Di tahun 2021 ini, Disnakkeswan Banggai akan terus mengiatkan Prosista tersebut, demi mendukung Sulawesi Tengah Sejuta Sapi.

Menurut dia, dengan Prosista diharapkan setiap ternak hewan sapi, bisa beranak dalam setahun. Sehingga Dinas Peternakan Banggai membuat inovasi dengan meningkatkan program IB (inseminasi buatan), supaya sapi betina akan lebih produktif melahirkan.

“Itu program kami. Di tahun 2019 lalu kita melebihi target yang diberikan sebanyak 115 persen, dan kami mencapai target, sehingga kita diberikan penghargaan dari Pemprov Sulteng,” akui Ferlyn Monggesang kepada Banggai Raya, Rabu (29/9/2021) via WhatsApp.

Ia mengatakan, bahwa program IB tersebut diperuntukan bagi ternak bantuan dinas dan bantuan APBDesa. Dinas Peternakan Banggai akan melayani, karena itu sama-sama program pemerintah. Sehingga, Disnakkeswan akan memberikan bantuan straw atau sperma secara gratis.

Sebelumnya sambung Ferlin, Dinas Peternakan dan Kesehatan Herwan Kabupaten Banggai telah membuatkan surat edaran yang ditujukan kepada para Camat se Kabupaten Banggai, dan ditindaklanjuti kepada kepala-kepala desa, supaya pengadaan bantuan hewan ternak sapi yang melalui APBDesa agar bisa melibatkan dinas.

“Secara teknis seharusnya kita dilibatkan, supaya nanti ketika hewan sapi diadakan. Dan belum sampai ke tangan masyarakat sudah diperiksa secara teknis. Pertama kesehatan hewan, jangan sampai sapi majir (mandul). Bagaimana dikembangkan kalau mandul, itu yang kita minta kemarin, tapi ada beberapa desa yang tidak mau melibatkan dinas,” cetus Ferlyn.

Dia berharap, ada proaktif dari masyarakat, misalnya ternak sapi yang sudah birahi, secepatnya mereka laporkan ke Dinas Peternakan Kabupaten Banggai, supaya petugas melakukan IB. Sebab ketika birahi itu dilakukan, tingkat keberhasilannya cukup tinggi.

Warga diminta untuk memeriksa, apa betul-betul ternak sapi tersebut dalam keadaan birahi dan sehat. Biasanya ada sapi yang sudah bunting, itu sudah tidak bisa dilakukan IB, makanya akan ada pemeriksaan PKB (pemeriksaan kebuntingan) sapi.

“Kami akan melayani kelompok ternak di desa, kami memiliki petugas inseminator di kecamatan. Meskipun petugasnya terbatas, tetapi mereka masih bisa melayaninya,” ujarnya.

“Saya berharap seluruh stakeholder dalam pengembangan peternakan secara umum kedepan, perlu terlibat, dan proaktif dalam pendampingan dan pembinaan serta aktif monitoring, supaya ketika ada bantuan hewan ternak di desa supaya bisa melibatkan kami. Agar bantuan ternaknya sampai ke masyarakat, benar-benar dalam keadaan yang baik dan sehat,” harap Ferlin menambahkan. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait