Program Konservasi, PT DSLNG Telah Lepasliarkan 127 Anakan Maleo

  • Whatsapp
Penyerahan anakan maleo oleh Gubernur Sulteng kepada Komunitas Pencinta Maleo dan disaksikan Bupati Banggai, untuk selanjutnya dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Bakiriang. FOTO HUMAS PEMDA

BANGGAI RAYA- Sebagai perusahaan yang memproduksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) juga melaksanakan sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Salah satunya adalah konservasi maleo, yang merupakan burung endemik Sulawesi dan habitatnya juga ada di Kabupaten Banggai.

Sejak diresmikan pada 5 Juni 2013 silam, fasilitas konservasi Maleo Conservation Center DSLNG telah melaksanakan program pelestarian hingga pelepasliaran 127 anakan maleo ke alam bebas.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Direktur Korporasi PT DSLNG Drajat Iman Panjawi dalam sambutan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 yan diisi dengan kegiatan simbolis pelepasliaran anakan maleo oleh Gubernur Sulteng Rusdi Mastura dan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka serta jajaran pimpinan perusahaan, Selasa pagi (7/6/2022) di kawasan Community Learning Center DSLNG, di Desa Uso, Kecamatan Batui.

Drajat mengatakan bahwa saat ini Pusat Konservasi Maleo DSLNG akan kembali melepasliarkan 15 anakan burung maleo di Suaka Margasatwa Bakiriang, Batui Selatan.

Pusat Konservasi Maleo yang dibangun perusahaan tersebut dan melibatkan aktivis lingkungan kata dia, telah mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain dari United Nations Environmental Programme (UNEP), badan PBB yang membidangi lingkungan hidup dan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2013. Penghaargaan lainnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI tahun 2021 atas peran serta dalam upaya pelepasliaran eksitu dan insitu burung maleo. Keberadaan Pusat Konservasi Maleo juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang terbuka bagi masyarakat umum.

Sementara itu Presiden Direktur PT DSLNG Atsushi Hozumi dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa sebagai warga perusahaan, mereka memiliki komitmen untuk menjalankan perusahaan secara bertanggungjawab, baik sosial maupun lingkungan. Dan pelepasliaran burung maleo ke habitatnya merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk tanggung jawab perusahaan.

Atas nama perusahaan, ia menyampaikan terima kasih pada pemerintah yang telah mendukung keberadaan perusahaan, sehingga kegiatan operasionalnya dapat berjalan lancar dan memberi dampak bergulir kepada daerah dan nasional, termasuk salah satunya mendukung program nasional konservasi alam.

Terhadap apa yang telah dilakukan perusahaan, mendapatkan apresiasi dari Bupati Banggai Amirudin maupun Gubernur Sulteng Rusdi Mastura.

Pemda Banggai kata bupati, memberikan apresiasi dan penghargaan pada PT DSLNG yang telah melakukan konservasi maleo hingga lebih seratus ekor. Sebab pengembangbiakan maleo, berarti juga mendukung kegiatan masyarakat adat di Banggai yang terkait dengan telur maleo, yakni budaya tumpe.

Ucapan senada disampaikan Gubernur Rusdi Mastura. Ia berterima kasih pada perusahaan, sebab telah melakukan pelestarian maleo dan kegiatan CSR, sebagai bagian dari pelestarian alam. Ia meyakini bahwa perusahaan yang ikut berperan pada program konservasi satwa endemik, sama dengan terlibat aktif dalam upaya menjaga lingkungan. “Saya mendorong agar kegiatan konservasi, dilaksanakan secara berkelanjutan dan juga berharap kegiatan serupa dilakukan oleh unit usaha lainnya,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis anakan maleo dari perusahaan kepada Bupati Banggai dan Gubernur Sulteng, kemudian diserahkan pada komunitas pencinta maleo untuk dilepasliarkan di Bakiriang. DAR

Pos terkait