Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris FKIP Untika Laksanakan Pengabdian di Balantak Utara

Rombongan dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris melakukan kunjunan dalam rangka pengabdian di Balantak Utara. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA– Rombongan dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk menyambangi Balantak Utara pada Minggu (19/05/2024).

Dalam kunjungannya, pihak Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris menggelar dua kegiatan sekaligus, yaitu Fun English for Kids dan Tour Guide Preparation for Local Youth.

Berlokasi di SDN Kampangar, kegiatan Fun English for Kids menstimulasi minat belajar Bahasa Inggris anak-anak sekitar melalui serangkaian aktivitas yang menyenangkan seperti belajar phonics disertai gambar, lagu, dan games.

Adapun Tour Guide Preparation for Local Youth melibatkan 11 peserta yang terdiri dari pemuda karang taruna Desa Kampangar, Desa Pulo Dua, dan Desa Kuntang, serta perwakilan pemuda dari yayasan Tompotika Biodiversity Lestari.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga



Dipusatkan di Balai Desa Kampangar, kegiatan ini diawali dengan sesi sharing untuk menggali pengetahuan lokal peserta mengenai keunikan daerahnya. 

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan pembekalan secara teoritis dan praktis mengenai persiapan menjadi pemandu wisata oleh Dosen Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris FKIP Untika.

Tidak hanya dosen, kedua kegiatan pengabdian ini juga menyertakan sejumlah mahasiswa dalam pelaksanaannya.

Nurlaela, S.Pd.,M.Pd., selaku Koordinator Tim Pengabdian Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris FKIP Untika Luwuk, berharap melalui kegiatan ini, pihaknya dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Balantak Utara.

Secara spesifik, dampak yang diharapkan yakni memberikan akses ke sumber daya, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di wilayah pengabdian tersebut.

Terlebih, program studi ini baru berdiri menjelang setahun. Sehingga, menurut Nurlaela, diperlukan peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat serta penguatan hubungan antara institusi dengan masyarakat.

Selain pengabdian kepada masyarakat di Balantak Utara, rombongan dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris juga melaksanakan kegiatan penelitian Bahasa Balantak di Kecamatan Balantak.

Kegiatan penelitian dan pengabdian ini tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian akademik, tetapi juga dapat memupuk kepekaan sosial dan budaya para dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris FKIP Untika terhadap daerah sekitar. (*)