PPKM Banggai Turun, Jangan Kendor Terapkan Protokol Kesehatan!

  • Whatsapp
BUPATI Amirudin Tamoreka saat diwawancari wartawan usai upacara. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 Kabupaten Banggai tidak diperpanjang. Artinya, upaya kerja keras selama ini oleh seluruh perangkat yang terlibat di dalamnya bisa dibilang berhasil.

“Mungkin bisa teman-teman lihat, marathon dari desa ke desa bagaimana penerapan protokol kesehatan terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan. Terutama penggunaan masker,” tutur Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka menjawab pertanyaan pewarta terkait status PPKM Level 4 Banggai berakhir per tanggal 6 September 2021.

Bacaan Lainnya

Dipastikan bahwa Kabupaten Banggai tak lagi diperpanjang status PPKM Level 4 itu berdasarkan ketetapan pemerintah pusat. Ketetapan itu dengan melihat tren grafik terpapar Covid di kabupaten bermotto ‘Momposaangu Tanga Mombulakon Tano’.

Bupati Amirudin mengakui, apabila masyarakat senantiasa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, paparan pandemi Covid akan terhindar. “Masyarakat kita senantiasa menggunakan masker, saya berkeyakinan masyarakat di Kabupaten Banggai aman dari pandemi,” katanya.

Status PPKM Level 4 Kabupaten Banggai turun ke level 3. “Malam ini kami melaksanakan pertemuan membahas tentang PPKM level 3,” ungkap dia.

Ia berharap dan menjadi target bersama bahwa PPKM Kabupaten Banggai berada di level 1. “Kita berharap dan target kita level 1. Kalau perlu tidak usah pakai level-level,” harap Bupati Amirudin usai pertemuan rapat paripurna DPRD Banggai membahas RPJMD Kabupaten Banggai, Selasa (7/9/2021).

Di kesempatan yang sama Bupati Amirudin Tamoreka menaruh harap pula agar penerapan protokol kesehatan dan kebiasaan menggunakan masker tidak akan berubah. Agar, Kabupaten Banggai benar-benar bebas terkonfirmasi Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banggai, Anang Samudra Otoluwa kepada Banggai Raya merasa bersyukur bahwa status level 4 Kabupaten Banggai sudah turun menjadi level 3 per tanggal 6 September 2021. Praktis, dari tiga kabupaten/kota di Sulteng yakni, Kota Palu, Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai yang ditetapkan penerapan PPKM Level 4, hanya Kabupaten Banggai tidak diperpanjang dan turun level. Sementara Kota Palu dan Kabupaten Poso status PPKM level 4-nya masih diperpanjang hingga dua pekan mendatang mulai tanggal 7 September hingga tanggal 20 September 2021.

Keputusan pemerintah menyatakan bahwa PPKM Kabupaten Banggai turun level menjadi level 3 buntut kasus terkonfirmasi Covid terus menurun. Indikator penurunan terkonfirmasi Covid itu bermacam-macam. “Pokoknya yang diperiksa dengan antigen disebut poisitif. Itulah masuk data. Jadi, tidak harus dirawat. Tingkat kesembuhan meningkat, jumlah terkonfirmasi positif setiap harinya berkurang hingga data warga menjalani isolasi mandiri pun menjadi indikator ditetapkannya sebuah daerah, kabupaten/kota di level tertentu. Tidak mesti dirawat. Yang dirawat, yang terkonfirmasi sampai isolasi mandiri juga dihitung sebagai indikator apakah status level PPKM-nya naik atau turun,” urai Anang.

Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan penderita Covid-19, Anang memberikan apresiasi. Sekaligus Anang menitip pesan, agar senantiasa tetap semangat memberi pelayanan kesehatan.

Keberhasilan menurunnya jumlah terkonfirmasi Covid kata Anang, tak hanya keberhasilan tenaga kesehatan semata, tapi keberhasilan semua pihak. Pemerintah daerah hingga perangkatnya di kelurahan/desa tak bisa dinafikan perannya. Masyarakat pun demikian memberi andil besar terhadap menurunnya status terpapar Covid. Sebab diakuinya, tanpa kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan prokes, maka tentu saja tidak bakal berhasil.

Olehnya itu, Anang meminta semua pihak, mulai tenaga kesehatan, perangkat daerah hingga jajaran paling bawah serta masyarakat untuk tidak kendor. “Jangan kendor lagi,” pintanya.

Pos terkait