Posting Hoaks Penculikan Anak, Seorang Pelajar Diamankan

  • Whatsapp
MAH (tengah) memperlihatkan bukti pernyataan permohonan maafnya atas postingan di akun facebook soal isu penculikan anak. FOTO: DOK. POLRES BANGGAI

BANGGAI RAYA- Pepatah lama menyebutkan seperti ini, mulutmu harimaumu. Karena mulut badan binasa. Nah, di era kecanggihan teknologi, selain mulut yang tak terjaga bisa membawa dampak fatal, juga ketikan jari jemari yang tak terjaga pula bisa membawa malapetaka.

Tak hati-hati menulis status lalu memosting di aplikasi media sosial, tentu bakal berisiko. Sebab, ancaman jeratan hukum menunggu.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan seorang remaja berinisial MAH, berusia 14 tahun, masih pelajar, warga Kecamatan Bunta harus berurusan dengan aparat penegak hukum. MAH diamankan Personel Polsek Bunta, karena penyebarkan berita bohong alias hoaks soal penculikan anak. Kabar bohong anak diculik itu diunggahnya di jejaring sosial, Senin (6/12/2021).

Kapolsek Bunta, Iptu Nanang Afrioko, SH, MH, mengungkapkan, postingan pelaku yang masih berstatus pelajar ini melalui akun Facebook sempat meresahkan masyarakat. “Kami langsung selidiki akun tersebut dan berhasil mengamankan pelaku ke Mapolsek Bunta,” ungkap Iptu Nanang.

Dalam postingannya di akun Facebook, MAH menulis seperti ini, “Perhatian untuk wilayah Bunta anaknya Jagan dulu kasih keluar rumah anak yang di bawah 14-7 soalnya di pongian so ada orang Ba ambe anak orang itu ciri-ciri nya tinggi baru pake cadar mereka buju degan gula gula yang sudah mereka kasih racun ok ini saja informasi dari saya makasih?”.

Saat diperiksa, Iptu Nanang menerangkan, MAH mengaku kalau akun Facebooknya dibajak oleh orang tidak bertanggung jawab. Sebab sejak Sabtu 4 November 2021, dirinya tidak bisa mengakses lagi akun miliknya.

“Untuk itu MAH tidak mengetahui jika ada yang mengunggah berita bohong di akun miliknya itu,” terang Iptu Nanang.

Meski begitu kata Iptu Nanang, MAH tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui penyataan tertulisnya, karena unggahan itu membuat masyarakat Kecamatan Bunta dan sekitarnya menjadi resah.

“MAH sudah mohon maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Bunta dan sekitarnya yang mengira kejadian tersebut benar,” demikian Iptu Nanang. (*)

Sumber: Humas Polres Banggai

Pos terkait