Ponpes Daarul Hikmah Luwuk Sukses Mewisuda 155 Santri

  • Whatsapp
Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH. Muhammad Muadz didampingi Kepala Madrasah Aliyah Ustadz Febriancu, mewisuda ratusan santri. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Ponpes Daarul Hikmah Luwuk sukses menggelar wisuda untuk angkatan ke V tingkat Madrasah Aliyah dan ke II untuk MTs pada Rabu (25/5/2022) di Hotel Estrella Luwuk.

Prosesi wisuda dalam rangkaian penamatan dan perpisahan santri itu mengangkat tema ‘Wujudkan Generasi Berahlakul Karimah Serta Cinta Quran Berlandaskan Iman dan Takwa’.  

Bacaan Lainnya

Sebanyak 155 santri atau lulusan berhasil diwisuda tahun ini. Itu terdiri dari 92 santri tingkat MTs, dan 63 santri untuk tingkat Aliyah.

Hadir dalam acara sakral itu Staf Ahli Bupati Rudi Purwana K Bullah, Kapolres Banggai, AKBP Yoga Priyahutama, Anggota DPRD Sulteng, Sri Atun, DanPos-AL Luwuk, Kasi Pendis Kemenag Banggai, H. Zaenal Abidin dan Ketua MUI Banggai, KH. Zainal Abidin Ali Hamu.

Kemudian hadir juga Ketua TP-PKK Banggai, Ir. Hj. Syamsuarni Amirudin, Pembina Yayasan Bina Ukhuwa, Iswan Kurnia Hasan  Lc.,MA, BPH UMLB, Dr. Moh. Gifari Sono, sejumlah pimpinan perbankan, Kepala KUA, kepala-kepala madrasah, dan orangtua wali santri.

Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH. Muhammad Muadz Lc., MH.i., menyampaian rasa syukur atas terselenggaranya wisuda angkatan kelima untuk aliyah dan angkatan kedua untuk tingkat MTs.

Ia menjelaskan, alasan lebih dulu didirikannya tingkat Aliyah daripada MTs. Ini semata-mata untuk mencetak kader Daarul Hikmah Luwuk. Bahkan saat ini, kadernya banyak lulusan perguruan tinggi ternama di luar negeri.

“Alhamdulillah saat ini di Mesir ada tiga santri. Di Madinah sudah ada, Sudan juga ada. Kemudian semua santri yang kami utus untuk kuliah di luar negeri, itu memiliki MoU dengan Ponpes. Ketika kembali atau lulus kuliah wajin mengabdi di Daarul Hikmah Luwuk,” ucap Ustadz Muadz dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, mengutus santri untuk melanjutkan kuliah atau studinya di luar negeri sebagai upaya untuk mencetak kader. Setelah kembali, mereka wajib untuk mengabdi di Ponpes Daarul Hikmah Luwuk.

“Minimal tiga sampai empat tahun. Setelah selesai mengabdi, itu dikembalikan ke diri mereka masing-masing. Jadi ini semua sebagai upaya kami mengaderisasi. Karena kami sadari, kami akan terus menua, dan merekalah yang nantinya menggantikan kami berdiri di depan untuk memberikan nasihat atau ceramah,” kata Ustadz Muadz.

Berhasil meluluskan 155 santri kata Ustadz Muadz, ini menjadi jumlah lulusan terbanyak meskipun di tengah pandemic. Di mana semua lembaga pendidikan terdampak, khususnya pesantren di Indonesia.

“Santri-santri yang lulus hari ini adalah anak-anak yang lalu awal masuk enam bulan sebelum covid, dan saat ini mereka lulus di penghujung pandemic covid,” tuturnya.

Dalam momentum itu, Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH. Muhammad Muadz juga menyampaikan terima kasih dan pemohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada orangtua atau wali santri. Ia menyadari, dalam pengajaran tentunya memiliki kekurangan.

“Anak-anak santri kami yang nantinya melanjutkan studi atau kuliah baik di perguruan tinggi negeri, swasta, atau pondok-pondok tahfiz, kami civitas Ponpes Daarul Hikmah Luwuk mendoakan semoga diberikan kesuksan, mendapatkan yang terbaik dan penuh keberkahaan. Aamiin,” ucap Muadz mendoakannya.

Sementara itu, Bupati Banggai dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Rudi Purwana K. Bullah mengatakan, wisuda ini merupakan momentum yang sangat penting dan memiliki peran yang sangat strategis baik dalam fungsinya untuk menjabarkan, mengembangkan serta menginplementasikan pokok-pokok ajaran keagamaan  yang fundamental dan hakiki, yakni AlQur’an dan Sunnah Rasulullah.

“Saya merasa bahagia dan bangga kepada anak-anakku sekalian, yang hari ini telah mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk dan jajaran yang telah bekerja keras membimbing santri-santrinya dalam membangun iman, akhlak dan taqwa yang kokoh. “Karena ini semua sebagai langkah maju bagi anak-anak kita selaku generasi penerus untuk membangun bangsa ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Banggai, yang diwakili Kasi Pendis, Zaenal Abidin juga menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih para santri. Karena wisuda ini kata dia, ibarat sudah berada di puncak, yang artinya telah melewati perjalan panjang.

“Artinya kita sudah berhasil, dan santri kita yang sudah wisuda sudah melewati perjalanan panjang, semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat untuk kita semua,” harapnya.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada santri-santri terbaik yang terdiri dari tiga kategori baik untuk tingkat MTs, maupun Aliyah. (*)

Editor: Jajad Sudrajad

Pos terkait