Polisi Limpahkan Kasus Dukun Cabul di Pagimana, Korbannya Tiga Bocah Bahkan Hingga Hamil

BANGGAI RAYA- Berkas tersangka dan barang bukti, kasus persetubuan terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan oleh tersangka diduga Dukun Cabul inisial DN (63) Warga Desa Jayabakti, Pagimana, Banggai dilimpahkan.

Pelimpahan tahap II ini, oleh Penyidik Reskrim Polsek Pagimana Aipda Supryanto Boliti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Luwuk.

“Penyerahan tahap II (Berkas Perkara, Tersangka dan Barang Bukti) oleh penyidik Polsek Pagimana yang berlangsung di kantor Kejari Luwuk, pada Rabu (12/7/2023) sekitar Pukul 09.00 WITA, di terima oleh JPU Doni, SH,”ungkap Kapolsek Pagimana AKP Makmur.

BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

Ia menjelaskan, penyerahan tahap II, tindak pidana pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur, berdasarkan penanganan laporan polisi nomor: LP/B/08/V/2023/SPKT/Sek-Pgmn/Polres Banggai/Polda Sulteng, tanggal 16 Mei 2023.

Kepada tersangka disangkakan dengan pasal 82 ayat (1) jo. Pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 81 ayat (1) subs Pasal 81 ayat 2 jo. Pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Diketahui sebelumnya, AKP Makmur mengatakan, tindakan persetubuhan yang dilakukan tersangka kepada korban yang masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku SMP sebanyak dua kali hingga hamil.

Kasus ini terjadi pada Rabu 1 maret 2023 lalu sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, di mana saat itu korban di rumahnya seorang diri.

“Awalnya pelaku yang diduga dukun cabul ini mendatangi korban di rumahnya untuk melakukan pengobatan spiritual,” ungkap Makmur.

BACA JUGA:  Suami di Luwuk Selatan Tega Aniaya Istri Pakai Obeng Hingga Tak Sadarkan Diri 

Ia menuturkan, dalam proses pengobatannya pelaku yang diduga sebagai dukun cabul ini memberikan air minum kepada korban hingga tak sadarkan diri.

“Setelah korban sadarkan diri, dirinya melihat tubuhnya sudah dalam keadaan tak menggunakan pakaian dan kemaluan korban mengeluarkan darah,” tuturnya.

Makmur menyebutkan, keesokan harinya pelaku kembali melakukan aksinya kepada korban, mirisnya korban bahkan diancam akan dibunuh apabila menceritakan kasus tersebut kepada orang lain.

“Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh Kakak korban di Mapolsek Pagimana pada 16 Mei 2023,” pungkas Kapolsek. (*)

Pos terkait