Polisi Diharap Selidiki Kasus Kebakaran Excavator KPP di Luwuk Timur

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Managemen PT Konstrindo Putra Perkasa (KPP), perusahaan tambang batu di Bantayan Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai berharap kepolisian bisa menyelidiki dan mengetahui penyebab terbakarnya satu unit alat berat milik perusahaan tersebut pada Selasa malam (23/5/2022) lalu di areal perusahaan.

Sebelumnya, media ini menerima informasi bahwa satu unit alat berat milik perusahaan KPP hangus dilalap api. Kebakaran itu terjadi pada malam hari saat karyawan tidak berada di lokasi kerja di Desa Bantayan Kecamatan Luwuk Timur

Bacaan Lainnya

Menager PT KPP, Rudi, yang dikonfirmasi membenarkan persitiwa tersebut.

Ia mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Selasa malam 23 Mei 2022, sekitar pukul 18.30 Wita. Kebakaran alat baru diketahui setelah security melihat cahaya api di areal tempat parkir alat berat.

“Security baru mengetahui excavator terbakar setelah ada cahaya dari tempat parkir excavator yang berjarak sekira 50 meter dari pos. Namun jarak pandang dari pos security ke tempat parkir excavator terhalang oleh pepohonan,” ungkap Rudi.

Rudi mengaku, saat insiden kebakaran tersebut, dirinya sedang menghadiri acara halalbihalal di Desa Kayutanyo, Kecamatan Luwuk Timur. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Banggai.

Informasi kebakaran alat berat diketahui Rudi, setelah menerima laporan dari security.

“Setelah menerima informasi saya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas, memohon bantuan untuk mengecek ke lokasi kejadian. Daya dan Bhabinkamtibnas serta Kasubsektor Polsek Kota Luwuk tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.10 wita dan api masih menyala di excavator,” urai Rudi

Peristiwa kebakaran excavator telah dilaporkan ke Polres Banggai, usai mengecek lokasi kejadian, pada Rabu (24/5) Tim Inavis Polres telah melakukan indentifikasi di lokasi.

“Menagemen perusahaan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan, saat ini alat tersebut telah di pasangi garis polisi,” terang Rudi

Pihak menagemen perusahaan menduga alat terindikasi dibakar.

“Ada dugaan alat kami di bakar, sebab semula saat alat tersebut diparkir oleh operator, pintu kabin dalam kondisi tertutup dan itu di benarkan oleh security. Namun saat kebakaran pintu kabin dalam kondisi terbuka dan sumber api berasal dari dalam kabin,” ungkap Rudi Minggu (29/5/2022) di Mess perusahaan PT KPP.

Ia menyebutkan, alat excavator yang terbakar sebelumnya dioperasikan oleh operatornya, dan diistirahatkan sekira pukul 15.00 Wita. **/PR

Pos terkait