Polda Sulteng Tetap Kejar Sisa DPO Teroris Poso

  • Whatsapp
UPIK Pagar didampingi Wakahumas Satgas Madago Raya, Didik Supranoto memberikan penjelasan kepada pewarta usai berikrar setia kepada NKRI. FOTO: DOK. SATGAS MADAGO RAYA

BANGGAI RAYA- Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi menegaskan bahwa akan terus mengejar empat sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso. Operasi Madago Raya harus tetap berlangsung untuk menjaga keamanan masyarakat. Penegasan Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudy Sufahriadi disampaikan di hadapan pewarta di Iyato Beach Poso, Senin (11/10/2021).

Rudy juga menghimbau agar mereka sisa DPO teroris Poso untuk sebaiknya menyerahkan diri. “Mudah-mudahan mereka mau menyerahkan diri. Kalau memang tidak harus ada keluar lagi peluru yang ada di Poso, kenapa tidak, silakan kalau mau menyerahkan diri, kami tunggu,” tegas Rudy.

Bacaan Lainnya

Ia berharap pula kepada para mantan narapidana teroris (napiter) Poso yang baru mengikrarkan diri setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar membantu membangun komunikasi dengan sisa DPO teroris Poso.

Mantan Komandan Korpbrimob Polri ini mengaku bersyukur para mantan napiter Poso telah berada di jalan yang benar. “Kita semua bersyukur, mereka mantan napiter sudah pada jalan yang benar dan mereka juga menolak intoleransi yang selama ini dan kita pahami semua ada di sini (Poso),” katanya.

Olehnya itu, Rudy yang pernah menjabat sebagai Kapolres Poso beberapa waktu lalu mengajak semua pihak untuk bersama menjaga Kebhinekaan. “Kita jaga masyarakat di Poso, masyarakat Sulawesi Tengah dan masyarakat Indonesia. Semoga apa yang kita lakukan ini dapat menjadi contoh pada teman-teman yang lain mantan napiter Poso,” tambah Rudy.

Kehadiran Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Polisi Rudy Sufahriadi dan beberapa pejabat operasi Madago Raya di Iyato Beach Poso pada Senin (11/10/2021) dalam rangka ramah tamah dengan puluhan mantan napiter Poso dan sekaligus untuk menyaksikan pengucapan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh para mantan napiter dengan tajuk “Merajut Persatuan Dalam Bingkai NKRI”.

Tidak Ada Alasan Memerangi NKRI

Supriadi alias Upik Pagar, eks narapidana teroris Poso mengaku bahwa pemahamannya terdahulu seperti berjuang tanpa kejelasan. Sebaiknya kata dia, turun dan kembali ke pangkuan NKRI.

Mantan napiter Poso dalam acara bertajuk “Merajut Persatuan Dalam Bingkai NKRI” telah mendeklarasikan kesetiaan kepada NKRI di hadapan Kapolda Sulteng dan media di Iyato Beach Poso, Senin (11/10/2021).

“Kita ini adalah Indonesia, sehingga harus NKRI, tidak ada alasan lagi untuk memerangi NKRI. Apa yang mau kita cari, karena pemerintah ini dalam memenuhi keperluan kita sudah diberikan, kebutuhan untuk beribadah sudah diberikan, untuk apa memberontak,” terang Upik Pagar di hadapan pewarta.

Terhadap sisa DPO teroris Poso, Upik Pagar meminta sebaiknya turun dari persembunyian di gunung. “Saya minta teman-teman yang masih ada di gunung sebaiknya turun. Karena apa yang kita perjuangkan selama ini tidak jelas, dari pada berjuang yang tidak ada kejelasan sebaiknya kita turun bergabung dengan NKRI,” ajaknya.

“Turun dan bergabung dengan masyarakat, teman-teman, membangun ekonomi, membangun keluarga itu yang lebih baik daripada di gunung lari ke sana, lari kesinii, tidak jelas sampai kapan,” tambah Upik Pagar.

Upik juga menegaskan apa yang dilakukan teman-teman di gunung justru merugikan masyarakat dan merugikan petani. Keamanan di Kabupaten Poso juga menjadi tidak stabil.

Untuk diketahui Supriadi alias Upik Pagar adalah satu dari 23 mantan narapiter Poso yang sudah kembali dan menyatakan setia kepada NKRI. Kini, Upik bersama teman-temannya mantan napiter Poso membuka usaha peternakan ayam petelur yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulanagan Terorisme (BNPT). Usaha tersebut mengalami peningkatan pesat. (PR/*)

Pos terkait