Pokja Advokasi Program Bangga Kencana Banggai Segera Terbentuk

  • Whatsapp
Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa memberikan paparan materi dalam kegiatan FGD tersebut. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Kelompok Kerja (Pokja) Advokasi Program Bangga Kencana Kabupaten Banggai akan segera terbentuk.

Untuk suksesnya pembentukan Pokja itu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Banggai menggelar Focus Group Discusasion (FGD), Rabu (8/6/2022).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan kadompe kompleks Kelurahan Maahas itu dihadiri Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Kadis Kominfo, Kadis Dukcapil, Sekdis Ketahanan Pangan, Kabid Tanah Sengketa Perkimtan dan para kepala bidang Dinas P2KB-P3A Banggai.

Adapun pemateri dalam FGD ini Kepala Bappeda dan Litbang Banggai, Ramli Tongko dan Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda dan Litbang Banggai, Ramli Tongko memberikan materi Program  Bangga Kencana sebagai Isu Lintas Sektor.

Lebih jauh Ramli menjelaskan bahwa kegagalan dalam program Bangga Kencana akan memberikan dampak pada sektor lain seperti pada bidang pendidikan, ekonomi, bahkan pada kerusakan lingkungan.

Ia mencontohkan pertambahan penduduk di Kota Luwuk mulai membuat kemacetan lalu lintas dan mempersempit ruang terbuka hijau.

Kepada Banggai Raya, Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa mengatakan, pertemuan ini dalam rangka pembentukan Pokja Advokasi Pembangunan Keluarga yang terdiri dari lintas sektor.

Pembentukan Pokja ini dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk menyukseskan Program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana.

Kadis Anang berharap, dengan terbentunya Pokja ini maka pembangunan keluarga berkualitas dengan lokus desa (Kampung KB) akan lebih mudah terwujud karena adanya sinergi dan kolaborasi sektor terkait ini.

“Saat ini di Kabupaten Banggai telah ada 43 Kampung KB yang butuh pembinaan dan pengembangan melalui Pokja ini,” tandas Anang Otoluwa yang pernah menjabat Kadis Kesehatan Banggai itu. (*)

Editor: Jajad Sudrajad

Pos terkait