PKB Tinggalkan AT, Resmi Dukung Anti Murad

BANGGAI RAYA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung Sulianti Murad di Pilkada Banggai.

Rekomendasi PKB untuk Sulianti Murad dikeluarkan bersama 34 calon kepala daerah lainnya.

Rekomendasi PKB ini sekaligus memastikan bahwa PKB resmi meninggalkan Bupati Banggai Petahana Amirudin Tamoreka yang pada Pilkada Banggai 2020 diusung oleh PKB.

Dilansir dari CNNIndonesia, Halim memastikan 35 nama-nama yang diumumkan PKB hari ini sudah final. Nantinya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Hasanuddin Wahid akan menandatangani surat keputusan dukungan tersebut.

Halim memastikan 35 nama-nama yang diumumkan PKB hari ini sudah final. Nantinya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Hasanuddin Wahid akan menandatangani surat keputusan dukungan tersebut.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

“Jadi ini 35 kabupaten/kota yang hari ini sudah dinyatakan rekomendasi final. Berarti surat yang akan terbit adalah ditandatangani langsung oleh ketua umum dan Sekjen DPP PKB,” kata Halim.

Berikut 35 nama calon kepala daerah yang telah resmi diusung PKB di Pilkada 2024:

  1. Nanda Indira Bastian (Pesawaran, Lampung)
  2. Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung, Lampung)
  3. Nuruddin Amin (Jepara, Jawa Tengah)
  4. Fadia Arafiq (Pekalongan, Jawa Tengah)
  5. Ony Anwar Harsono (Ngawi, Jawa Timur)
  6. Eri Cahyadi (Kota Surabaya, Jawa Timur)
  7. Ikfina Fahmawati (Mojokerto, Jawa Timur)
  8. Nanik Endang (Magetan, Jawa Timur)
  9. Anna Mu’awanah (Bojonegoro, Jawa Timur)
  10. Rini Syarifah (Blitar, Jawa Timur)
  11. Raden Bagus Fattah Jasin (Pamekasan, Jawa Timur)
  12. Warsubi (Jombang, Jawa Timur)
  13. Thoriqul Haq (Lumajang, Jawa Timur)
  14. Habib Hadi Zainal Abidin (Kota Probolinggo, Jawa Timur)
  15. Louise Lucky Taolin (Malaka, NTT)
  16. Umbu Lili Pekuwali (Sumba Timur, NTT)
  17. Simeon Thobias Pally (Alor, NTT)
  18. Frederick Edwin (Kutai Barat, Kalimantan Timur)
  19. Madri Pani (Berau, Kalimantan Timur)
  20. Karolin Margaret Natasa (Landak, Kalimantan Barat)
  21. Iman Suramenggala (Bulungan, Kalimantan Utara)
  22. Andi M. Akbar Mattawang Djuarzah (Nunukan, Kalimantan Utara)
  23. Wempi W. Mawa (Malinau, Kalimantan Utara)
  24. Khairul (Kota Tarakan, Kalimantan Utara)
  25. Chaidir Syam (Maros, Sulawesi Selatan)
  26. Darmawangsyah Muin (Gowa, Sulawesi Selatan)
  27. Ady Ansar (Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan)
  28. Hadianto Rasyid (Kota Palu, Sulawesi Tengah)
  29. Sulianti Murad (Banggai, Sulawesi Tengah)
  30. Timotius Kaidel (Kepulauan Aru, Maluku)
  31. Ikram Umasugi (Buru, Maluku)
  32. Ruben Yason Rumboisano (Waropen, Papua)
  33. Maximus Tipagau (Mimika, Papua Tengah)
  34. Kristosimus Yohanes Agawemu (Mappi, Papua Selatan)
  35. Untung Tamsil (Fakfak, Papua Barat)
BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral
BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

NAL