Petugas Keagamaan di Balut Akan Dilindungi BPJamsostek

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut (Balut) di bawah kepemipinan Bupati Weny Bukamo begitu peduli kepada petugas keagamaan. Betapa tidak, mulai dari Marbot, Imam, Pengurus Gereja dan Pendeta, semuanya akan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Hal itu semata-mata untuk melindungi seluruh pekerja sosial kegamaan dari resiko yang kapan saja bisa terjadi, baik kecelakaan kerja maupun kematian.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala BPKAD yang juga Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Balut, Dr. Idhamsyah Tompo melakukan diskusi dengan Kepala BPJamsostek Banggai, Sahid Wahid, Kamis (12/3/2020) di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, Dr. Idhamsyah mengatakan, Pemda Baluti telah mengalokasikan anggaran untuk seluruh pekerja keagamaan agar terdaftar dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Ini kata dia, merupakan keinginan Bupati Wenny Bukamo sebagai bentuk kepeduliannya pada pelayan agama di daerah yang dipimpinnya.

“Beliau (Bupati Balut) tidak ingin ketika melayani umat terjadi resiko kerja yang menyebabkan membebani biaya rumah sakit, padahal mereka melayani umat,” ungkap Plt Sekda Balut, Dr. Idhamsyah Tompo.

Idhamsyah Tompo meminta kepada BPJamsostek Banggai untuk segera berkoordinasi dengan Bagian Kesra Sekertariat Daerah Balut untuk mengambil nama-nama pekerja sosial kegamaan untuk didaftarkan dan dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai Laut.

Melihat kepedulian orang nomor satu di Balut, Kepala BPJamsostek Banggai, Sahid Wahid menyampaikan kegamumannya akan sosok pemimpin di daerah tersebut. Meski APBD terkecil di Sulawesi Tengah kata dia, namun Pemda sangat peduli terhadap pembangunan & kesejahteraan daerah.

“Waktu pertama ke sini jalan di tengah kota kecil sekarang sudah lebar, pembangunan gedung-gedung perkantoran juga kini mulai kelihatan. Beliau sukses meletakkan dasar pembangunan di daerah ini,” sanjung Sahid Wahid.

Selain pekerja sosial keagamaan, sebelumnya Pemda Balut juga telah mendaftarkan seluruh pegawai Non ASN dalam BPJamsostek. Tentunya ini sesuatu kepedulian yang sangat luar biasa dan patut diapresiasi.

“Jika April nanti seluruh Pekerja Sosial Keagamaan (Marbot, Imam, Pengurus Gereja, Pendeta dll) terlindungi BPJamsostek maka ini merupakan contoh kepedulian pemimpin daerah pada Pelayan Keagamaan, Karena ini merupakan pilot project di Sulawesi Tengah,” pungkasnya. JAD