Petugas Gabungan Musnahkan Pabrik Cap Tikus di Totikum Selatan

BANGGAI RAYA- Petugas Gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP kembali melakukan razia tempat produksi atau pabrik minuman keras (Miras) jenis cap tikus di wilayah Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (28/10/2020).

Kali ini operasi gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Totikum, IPDA Rudi itu merazia pabrik cap tikus di perkebunan masyarakat Desa Nulion. Petugas gabungan itu terdiri dari Koramil 1308-10/Salakan, Polsek Totikum dan Sat Pol PP Kecematan Totikun Selatan.

Adapun personil yang ikut turun dalam razia ini, Serma J. Ferry, Babinsa/Danpos Kecamatan Totikum/Totikum Selatan, 12 personil Polsek Totikum, dan 2 personil Pol PP.

Tiba di lokasi, pada pukul 13.15 WITA, Tim Gabungan dibagi menjadi tiga tim. Operasi gabungan yang dilakukan hingga Pukul 17.30 WITA itu berhasil menemukan 5 pabrik cap tikus.

Lima pabrik cap tikus yang berhasil dirazia itu, satu diantaranya dimusnahkan dengan dibakar dan empat lainnya dirusak.

Babinsa/Danpos Kecamatan Totikum/Totikum Selatan, Serma J Ferry kepada Banggai Raya yang ikut dalam operasi tersebut mengatakan, operasi ini dilakukan sehubungan dengan Kamtibmas dan terjadinya Lakalantas yang diakibatkan pengaruh mengonsumsi miras.

Adapun hasil razia ini, petugas gabungan berhasil merazia 1.000 liter saguer bahan mentah cap tikus. Dan ribuan liter saguer itu langsung dibuang.

Kemudian, petugas gabungan menyita 15 jerigen ukuran lima liter berisi cap tikus, 10 jerigen ukuran lima liter berisi saguer, dan 3 jerigen ukuran 25 liter berisi saguer dari lima tempat produksi cap tikus.

Adapun pemilik tempat produksi miras yang berhasil dirazia itu, Wito Latado, Yulius Dalim, Decaprio Salim, Yotman Siakan dan satu lainnya tidak diketahui karena pemilik melarikan diri.

Razia ini juga dilakukan untuk menegakkan peraturan daerah Kabupaten Banggai Kepulauan yang melarang masyarakat atau siapapun memproduksi miras. Dan operasi gabungan ini sebagai wujud sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan dalam memberantas penyakit masyarakat. JAD