Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi, BPJS Kesehatan Luwuk Gelar Media Gathering 

BANGGAI RAYA- Untuk mempererat dan menjalin silaturahmi, BPJS Kesehatan Cabang Luwuk menggelar kegiatan Media Gathering bersama jurnalis di Kota Luwum, Kamis 16 Mei 2024, di Kafe Daeng Mangge.

Kegiatan media gathering mengangkat tajuk ‘Kolaborasi Bersama Media’ ini dihadiri langsung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Gilang Yoga Wardhanu.

Acara media gathering ini dipandu oleh Humas BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Abdallah Sakali.

“Kegiatan media gathering ini tak lain untuk menjalin silaturahmi antara BPJS Kesehatan dan wartawan. Terima kasih rekan-rekan wartawan yang telah menyempatkan hadir di momen ini,” ucapnya.

BACA JUGA:  Mudahkan Masyarakat, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Secara Langsung Melalui Program BUKADESA di Morut

Dalam kegiatan media gathering ini, diisi dengan pemaparan dari Kacab BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Gilang Yoga Wardhanu. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan ditutup kuis berhadiah.

Mengawali sambutan dan paparan materi, Kacab BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Gilang Yoga Wardhanu memperkenalkan diri kepada rekan-rekan wartawan.

BACA JUGA:  Gegara Kotoran Ayam, Pria di Mendono Ini Dianiaya, Polisi Turun Mediasi

“Wilayah kerja kami BPJS Kesehatan Cabang Luwuk itu ada 6 kabupaten yaitu Kabupaten Banggai bersaudara (Banggai, Bangkep, dan Balut), Touna, Morowali Utara dan Morowali,” ungkap Kacab.

Sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan semakin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Media merupakan mitra yang sangat strategis, dapat membantu kami dalam menyosialisasikan program-program dan kebijakan BPJS Kesehatan. Apalagi wilayah kerja kami 6 kabupaten, cukup luas,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pimpin SDN Pembina Luwuk, Sugeng Komitmen Tingkatkan SDM Guru di Bidang IT

Meski cukup luas wilayah kerjanya, namun upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Luwuk mendorong agar pemerintah daerah meraih Universal Health Coverage (UHC) dengan kepesertaan 95 lebih persen warga tercover dalam JKN.

“Semua 6 kabupaten sudah UHC. Di atas 90 persen lebih warganya tercover JKN. Kenapa datanya ada yang lebih 100 persen, ini karena masih menunggunakan data penduduk semester pertama tahun 2023,” tandasnya. (*)

Pos terkait