Perda Kenaikan Tarif Air Diminta Dibatalkan

  • Whatsapp
SUASANA rapat dengar pendapat yang dilaksanakn Komisi III DPRD Kabupaten Banggai bersama para pihak, Selasa (14/9/2021) terkait persoalan di PDAM Kabupaten Banggai salah satunya soal kenaikan tarif air. FOTO: RAHMAN ASNAWI

BANGGAI RAYA –  Peraturan kenaikan tarif air bersih yang dikelola PDAM Kabupaten Banggai yang ditermuat dalam peraturan daerah (Perda), diminta dibatalkan karena dinilai memberatkan masyarakat.

“Salah satau tuntutan kami yakni meminta agar peraturan kenaikan tarif air yang termuat dalam perda, agar ditinjau kembali dan dibatalkan oleh pemerintah Kabupaten Banggai,” kata Kifli dari Aliansi Mahasiswa Kabupaten Banggai saat Rapat dengar Pendapat lanjutan yang digelar Komisi III DPRD Kabupaten Banggai, Selasa (14/9/2021).

Bacaan Lainnya

Kifli menilai, kenaikan tarif air yang diberlakukan  saat ini sangat membebani masyarakat  saat pandemi ini.

Dia meminta,Pemerintah Kabupaten Banggai harus jeli melihat kondisi masyarakat yang serba kesulitan secara ekonomi karena terjadinya pandemi Covid-19 saat ini dan mempertimbangkan kembali pemberlakukan kenaikan tarif tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Ketua BEM FISIP Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Ari Ramimu.

Menurut Ari, pemberlakukan kenaikan tarif air bersih tersebut tanpa disosialisasikan ke masyarakat, sehingga masyarakat kaget dengan pemberlakukan kenaikan tarif air tersebut.

“Harusnya aturan soal kenaikan tarif air tersebut disosialisasikan ke masyarakat, agar masyarakat tidak kaget. Apalagi saat ini kondisi serba sulit karena pandemi,” ujranya.

Pos terkait