Perayaan Natal 2023 di Lapas Luwuk, Sebanyak 49 Warga Binaan Dapatkan Remisi

BANGGAI RAYA- Sebanyak 49 warga binaan pemasyarakat (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mendapatkan Remisi Khusus (RK) hari raya Natal 2023 dan pengurangan masa pidana.

49 WBP yang menerima remisi tersebut, yakni sebanyak 6 orang mendapatkan 15 hari, 37 orang sebanyak 1 bulan, dan 6 orang sebanyak 1 bulan 15 hari.

Sesuai keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor PAS-2134.PK.05.04 Tahun 2023 tentang pemberian remisi khusus (RK) tahun 2023 dan pengurangan masa pidana remisi khusus (RK) Natal Tahun 2023 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Hari Ini, 252 Warga Karaton Lakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 02 

Remisi tersebut diserahkan langsung oleh PLH Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, I Made Subagiartha, S.TH serta selaku Pendeta Perayaan Natal, di Gereja El-Roy Lapas Luwuk, sekira pukul 09.00-11.00 Wita, Senin (25/12/2023).

Turut hadir WBP Nasrani dan 4 pegawai selaku pembina, serta majelis kolom 2.

Remisi diberikan kepada Narapidana yang beragama Kristen Protestan dan Katholik yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai perundang-undangan.

Plh Kalapas Luwuk, I Made Subagiartha dalam sambutannya mengucapkan, selamat natal untuk umat Nasrani.

BACA JUGA:  Kejari Banggai Limpahksn Kasus Dugaan Korupsi APBDes Matabas ke PN Tipikor Palu

Ia berharap, dengan pemberian remisi ini, diharapkan dapat menjadi motivasi dan semangat bagi WBP untuk dapat berkelakuan baik selama menjalani masa pidananya.

Serta sambung dia, semakin dapat meningkatkan keimanannya, agar setelah bebas nanti dapat terhindar dari perbuatan melawan hukum kembali.

“Dan diharapkan bisa menjadikan proses pembinaan narapidana di Lapas dapat berjalan dengan maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Pegawai Lapas Kelas IIB Luwuk, Andi Abd. Muis kepada Banggai Raya menjelaskan, remisi ini adalah suatu pengurangan hukuman yang diberikan kepada orang terpidana jika berkelakuan baik selama masa tahanan.

BACA JUGA:  PSU dua TPS di Banggai, Pemilih 'Modal KTP' Tak Dilayani

“Artinya, jika seseorang yang sedang menjalani hukuman pidana menu jukkan perilaku yang baik selama masa hukumannya,” kata Andi Abd. Muis kepada Banggai Raya, Jumat (5/1/2024).

Lebih lanjut, Ia mengatakan, hukuman tersebut dapat dikurangi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Kegiatan pembinaan kepribadian dan kerohanian meliputi hal-hal yang berkaitan dengan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kesadaran berbangsa dan bernegara, intelektual, sikap dan perilaku, kesehatan jasmani dan rohani,” tandasnya. RUM