Pengawasan Perayaan Natal & Tahun Baru Diperketat, Gubernur Sulteng Terbitkan Instruksi Untuk Kepala Daerah

  • Whatsapp
Guibernur Sulteng, Rusdy Mastura

BANGGAI RAYA- Kabupaten Banggai memang berhasil menurunkan kasus Covid, bahkan warga terkonfirmasi virus asal Wuhan, China ini tercatat nol kasus. Keberhasilan Pemda Banggai bersama seluruh perangkat terkait lainnya serta pencapaian sasaran vaksinasi Covid telah menunjukkan angka 50 persen ke atas menyebabkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level, dari level 3 menjadi level 2.

Status level PPKM Kabupaten Banggai bersama kabupaten/kota di Sulteng boleh turun, tapi bukan berarti kegiatan sosial masyarakat tidak dibatasi. Apalagi, momen perayaan pergantian tahun baru disambut gegap gempita.

Bacaan Lainnya

Pergantian tahun kali ini, tidak bisa diluapkan warga seperti sebelum-sebelumnya. Sebab, pemerintah memperketat pengawasan aktivitas masyarakat. Kebijakan pemerintah ini harus dipahami untuk melindungi masyarakat dari sebaran virus yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Gubernur Sulteng telah menerbitkan surat berisi instruksi ditujukan kepada seluruh kepala daerah, yakni bupati dan wali kota terkait peningkatan penanggulangan penyebaran covid dan percepatan sebaran vaksinasi.

Instruksi Gubernur Rusdy Mastura tertanggal 10 Desember 2021 itu bernomor 440/1025/Satgas Covid-19. Surat Gubernur Cudy-sapaan karib Rusdy Mastura itu didasarkan terhadap dua hal. Pertama, instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2021 Tentang PPKM level 1, 2 dan 3 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid.

Kedua, instruksi gubernur pada rapat Forkopimda plus bersama OPD terkait, bupati/wali kota, Forkopimda plus kabupaten/kota tentang peningkatan penanggulangan penyebaran Covid dan percepatan vaksinasi.

Mencermati dua hal tersebut, Gubernur Cudy menginstruksikan kepada kepala daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis. Paling tidak, ada empat langkah strategis yang tertuang dalam surat tersebut.

Pertama, untuk pelaksanaan perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022, Satgas Covid-19, bersama TNI, Polri dan seluruh OPD teknis melakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah, tempat perbelanjaan dan tempat wisata.

Instruksi kedua, melaksanakan kebijakan strategis bersama TNI, Polri dan OPD teknis untuk meningkatkan pelayanan sebaran vaksin kepada masyarakat dengan menerapkan kebijakan bahwa vaksin menjadi persyaratan dalam pelayanan pemerintahan dan kegiatan sosial masyarakat.

Instruksi ketiga, memastikan pelaporan data masyarakat yang sudah divaksin valid atau memiliki kesamaan data pusat dan daerah. Karena ada selisih data jumlah masyarakat tervaksin pada data pusat untuk Sulawesi tengah masih 47 persen sementara data di daerah sudah mencapai 54 persen.

Instruksi keempat, memastikan seluruh masyarakat yang sudah menerima vaksin dapat terdata pada sistem cakupan pencatatan vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PCARE.

Instruksi Gubernur Cudy itu ditembuskan kepada Menko Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan serta ke Wakil Gubernur Sulteng. (*)

Penulis: Zainuddin Lasita

Pos terkait