Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting Jadi Fokus P2KBP3A Banggai

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Pendampingan calon pengantin dan keluarga berisiko tinggi melahirkan bayi stunting menjadi fokus kerja-kerja Dinas Pengendalian Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai saat ini.

Kamis (9/6/2022), instansi yang dipimpin Dr. dr. Anang Otoluwa itu menggelar sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting di Kabupaten Banggai.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kita fokus melakukan pendampingan kepada calon pengantin dan ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi stunting,” ujar Dr. dr. Anang Otoluwa.

Calon pengantin maupun ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi stunting, perlu diantisipasi dengan mendapatkan pendampingan dari tim pendamping keluarga (TPK).

“Kalau ada ibu hamil, tapi kurang darah atau anemia itu sangat berisiko tinggi melahirkan bayi stunting. Begitu juga bila ditemukan kondisi kurang gizi kronis, ini semua perlu diintervensi. Sehingga ketika calon pengantin (Cantin) nanti hamil, mereka sudah benar-benar siap,” katanya.

Ia menjelaskan, ibu hamil yang mengalami kurang darah atau anemia ini perlu diantisipasi. Tujuannya agar bayi yang dilahirkan tidak mengalami gangguan pertumbuhan.

“Nah ini yang ikut dalam sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting tingkat Kabupaten Banggai adalah penyuluh KB dan admin. Untuk narasumber, saya dan ada dari perwakilan BKKBN,” terangnya.

Anang menambahkan, pendampingan keluarga berisiko melahirkan bayi stunting menjadi fokus atau prioritas instansinya. “Terkait stunting, besok (Jumat 10 Juni) akan digelar Rembuk Stunting dan akan dibuka oleh Pak Bupati,” tandasnya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait