Penanggungjawab SPBU Kilolima Luwuk Akui Ada Warga Ngamuk, Sebut Pengisian Jerigen Hanya untuk BBM Nelayan

BANGGAI RAYA-Peristiwa warga yang antrean BBM solar ngamuk dan videonya menyebar, diakui terjadi di SPBU Kilolima Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat pagi (7/6/2024).

Pengakuan itu disampaikan Jufri, penanggungjawab SPBU Kilolima Luwuk, saat dihubungi wartawan melalui ponsel, Jumat malam.

Ia menceritakan kronologis peristiwa itu, bermula ketika SPBU Kilolima baru buka, dan antrian kendaraan sudah cukup panjang. Lalu sekitar pukul 07.30, ada warga yang datang marah-marah sambil bawa video, karena petugas di nozel tengah melakukan pengisian beberapa jerigen ukuran 35 liter.

BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

“Benar ada pengisian solar ke jerigen, dan itu untuk nelayan yang telah mengantongi rekomendasi. Tapi saat ada orang yang marah-marah itu, sudah kami panggil dan minta agar mobilnya bisa didahulukan untuk pengisian BBM. Orang itu tetap marah-marah, sambil mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas, sehingga sempat ada warga lain yang terpancing, namun tidak ada tindakan terhadap orang itu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Jufri bahkan menuturkan bahwa orang yang marah-marah itu sempat ke Polres dan hendak membuat laporan seolah-olah dipukul, padahal tidak ada pemukulan.

Terkait pernyataan orang dalam video yang menyebut bahwa dirinya sudah antre sejak pukul 03.00, Jufri menyebut itu tidak benar. “Kita buka pukul 06.00 dan mulai melayani sekitar pukul 07.00. Orang itu tidak mungkin sudah antre sejak jam 3,” tuturnya.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Jufri juga menjelaskan bahwa pengisian solar di jerigen hanya untuk nelayan dan ada rekomendasi dari instansi berwenang. “Kita tidak melayani pengisian solar untuk jerigen, kalau nelayan yang datang tidak bawa surat rekomendasi. Saya pastikan itu,” tegasnya.

Pada bagian lainnya, Jufri mengakui bahwa ada petugas dari kesatuan tertentu yang berjaga di SPBU milik Vintje Najoan itu. DAR

Pos terkait