Pemuda dan Gerakan Rakyat

OLEH: Supriadi Lawani

SEJARAH Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pemuda sebagai penanda gerakan dan perlawanan rakyat terhadap penindasan dan kesewenang-wenangan penguasa.

Kita ketahui bersama bahwa narasi persatuan nasional menemukan momentumnya ketika pemuda Indonesia berkumpul dalam kongres pemuda I pada 30 April sampai 2 Mei 1926 dan pada 27 sampai 28 Oktober 1928 pada kongres pemuda II kita mewarisi semangat monumental yang kita kenal sebagai sumpah pemuda. Inilah narasi kebangsaan Indonesia yang sangat luar biasa, ketika pemuda berikrar untuk berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, Tanah air Indonesia.

Dalam pergerakan kemerdekaan nasional setelahnya kita juga mewarisi sejarah kepahlawanan pemuda. Kita mengenal Ir. Soekarno di usia kurang lebih 27 tahun telah mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), kita juga mengenal Moh. Hatta yang ketika berusia kurang lebih 22 tahun telah bergabung dengan organisasi Perhimpunan Indonesia di Belanda.

Selanjutnya kita ketahui bersama dua pemuda itu kelak menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia yang kita kenal sebagai Soekarno Hatta.

Pada masa – masa berikutnya dalam sejarah bangsa ini kita mengenal begitu banyak pemuda yang mewarnai sejarah bangsa, kita mengenal Soe Hoek Gie dengan catatan – catatannya sebagai seorang aktivis mahasiswa dan sebagai seorang demonstran. Kita mengenal Ahmad Wahib dengan Pergolakan Pemikiran Islam nya yang penuh semangat kebaruan dan sesuai dengan konteks zamannya.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Demikian juga pada tahun 1998 kita mengetahui bahwa kediktatoran Orde Baru yang dipimpin Jendral Soeharto harus tumbang dengan gerakan mahasiswa dan pemuda yang berjuang untuk demokrasi.

Begitu banyak keringat, darah dan air mata yang harus tumpahkan pemuda Indonesia untuk menyelamatkan negara ini dari penjajahan dan kediktatoran.

Fakta sejarah diatas telah mengkonfirmasi bahwa pemuda adalah aktor sejarah dalam setiap pergerakan zaman. Pemuda memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat sistem demokrasi.

Partisipasi aktif pemuda dalam proses politik, pemilihan umum, dan advokasi hak-hak sipil dapat mengukuhkan fondasi demokrasi dan mewujudkan perubahan positif dalam masyarakat.

Pemuda adalah penyuluh gerakan rakyat untuk mewujudkan keadilan, pemuda adalah unsur dari rakyat yang maju dan garda terdepan dalam menggelorakan semangat untuk mencapai kesetaraan, keadilan sosial, dan hak-hak rakyat.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Pemuda adalah unsur rakyat yang terdepan dan konsisten mendorong reformasi sosial dan politik demi menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Di kabupaten Banggai saat ini kita menyaksikan tumbuhnya gerakan pemuda yang bergerak dan mengusung ide – ide demokrasi.

Pemuda – pemuda ini mendirikan dan bergabung dalam komunitas gerakan dengan mengatasnamakan diri sebagai #banggai_bergerak.

Nama yang mengingatkan saya pada buku Takashi Shiraishi seorang ilmuwan politik internasional Jepang yang menulis buku dengan judul Zaman Bergerak.

Dari selebaran yang mereka terbitkan dan bagikan saya membaca bahwa pemuda- pemuda yang tergabung dalam #banggai_bergerak ini mencoba berjuang untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya, mereka mencoba mengadvokasi agar demokrasi berkualitas dapat terwujud dan pemilihan umum berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Dalam setiap kampanye yang dilakukan dengan cara mimbar bebas saya melihat bahwa mereka sangat serius untuk melawan politik dinasti, politik uang dan ketidaknetralan birokasi di kabupaten Banggai.

BACA JUGA:  Takbiran IdulAdha di Luwuk Banggai, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

Dalam beberapa informasi yang saya dapat ternyata ada sekelompok orang yang sinis dan menghina gerakan pemuda ini dan mengatakan bahwa gerakan ada yang menunggangi, narasi yang bagi saya mengingatkan akan kosa kata kolonial yang diadopsi oleh rezim orde baru yang mengatakan setiap gerakan perjuangan kemerdekaan dan gerakan demokrasi sebagai ekstrimis dan subversif. Kelompok – kelompok ini saya kira akan selalu ada dalam sejarah manusia dan pada akhirnya akan tergilas oleh sejarah itu sendiri.

Diakhir catatan singkat ini saya berharap agar gerakan pemuda yang tergabung dalam #banggai_bergerak ini dapat bertahan lama dan dapat melalui ujian sejarah, baik itu intimidasi, fitnah dan pengkhianatan. Semoga gerakan yang telah mereka mulai ini dapat menginspirasi rakyat yang lebih luas untuk bergerak bersama mewujudkan demokrasi dan keadilan yang sesungguhnya.

Dan akhir kata mengadopsi slogan #banggai_bergerak saya mengajak semua pihak untuk bersama kita lawan; Politik Dinasti, Politik Uang dan kawal netralitas ASN. ***

*Penulis adalah petani pisang.