Pemdes Buon Mandiri Salurkan BLT-DD Tahap III

  • Whatsapp
105 KK PENERIMA MANFAAT

BANGGAI RAYA- Pemerintah Desa Buon Mandiri, Kecamatan Luwuk Utara menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) tahap III melalui dana desa (DD) tahun 2020. Penyaluran BLT-DD tahap III itu, dilaksanakan di Aula Balai Pertemuan Umum (BPU) desa setempat, Rabu (8/7/2020) pekan kemarin.

Penyaluran BLT-DD tahap III bagi 105 kepala keluarga (KK) itu dihadiri Bupati Banggai, H. Herwin Yatim, Wabup, H. Mustar Labolo, Camat Luwuk Utara, Ripodi Penak bersama jajarannya, Kepala Desa Buon Mandiri, Muhardin Kamudin beserta aparatnya, BPD dan Ketua TP-PKK Buon Mandiri bersama anggota serta warga setempat penerima dana BLT-DD tahun 2020. BLT-DD Tahap III diserahkan secara simbolis oleh Bupati, H. Herwin Yatim.

Bupati Banggai, H. Herwin Yatim menyerahkan BLT-DD Tahap III tahun 2020 pada warga Desa Buon Mandiri. FOTO RUM LENGKAS

Kepala Desa Buon Mandiri, Muhardin Kamudin dalam sambutannya mengatakan, untuk Desa Buon Mandiri jumlah penerima bantuan sebanyak 105 kepala keluarga (KK).

Ia mengapresiasi, Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang selalu mendukung program ini, sehingga terlaksana dengan baik. Dia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada berapa kegiatan yang sudah disepakati dalam Musrenbang harus dikorbankan.

Artinya sambung kepala desa dua periode ini, tertunda dari segi pembiayaan, lebih mengutamakan program BLT bagi warga terdampak Covid-19. Dan sesuai arahan Bupati Banggai, Pemdes perlu mengintervensi terkait musibah atau bencana internasional ini.

Wabup, Mustar Labolo menyerahkan BLT-DD Tahap III tahun 2020 kepada warga Desa Buon Mandiri. FOTO RUM LENGKAS

Muhardin berharap, kedepan warga bisa lebih memahami. Artinya kalau memang tidak mendapatkan bantuan, tidak bisa memaksakan untuk mendapatkan bantuannya. Ketika pemerintah desa melakukan itu, maka akan sangat berseberangan dengan ketentuan yang berlaku.

Rasa kesyukuran bahwa itu bisa berjalan dengan baik, walaupun sempat ada warga yang tumpang tindih dalam penerimaan bantuan. Maksudnya dobel, di PKH dapat, di BLT dapat. Sebab penyaluran BLT lebih dulu, lebih awal memberikan bantuannya.

Sehingga kata dia, Pemdes tidak memiliki sinkronisasi data dari dinas sosial. Tapi, warga menyadari menerima ganda, dan mengembalikan dananya. Sebuah kesyukuran, pemerintah desa berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mengembalikan dananya. Sehingga, Pemdes Buon Mandiri bisa memberikan tambahan penerima.

Bupati Banggai, H. Herwin Yatim sedang memberikan arahan pada warga Desa Buon Mandiri. FOTO RUM LENGKAS

Camat Luwuk Utara, Ripodi Penak mengaku, bersyukur Desa Buon Mandiri telah menyalurkan BLT tahap ketiga. Pada penyampaikan penyaluran BLT-DD di tahap I dan tahap II, masyarakat menginginkan kehadiran Bupati Banggai, H. Herwin Yatim dan Wabup, Mustar Labolo.

Dia mengharapkan, dana tersebut bisa menjadi modal, jangan dihabiskan begitu saja, seperti contoh membuat kegiatan yang produktif, belikan bibit rica atau ayam betina, supaya bisa berkembang. Sebab bantuan ini hanya sementara.

BLT-DD UNTUK KEGIATAN PRODUKTIF

Sementara Bupati Banggai, H. Herwin Yatim dalam sambutannya mengimbau kepada warga penerima bantuan langsung tunai BLT tahun 2020 untuk bisa menggunakan dananya dalam mengembangkan kegiatan produktif. Usaha berlanjut yang jangka panjang, sebab warga tidak selamanya akan mendapatkan bantuan seperti ini lagi.

Pemberian BLT sebesar Rp600 ribu per tiga bulan kata dia, dimaksudkan supaya masyarakat tetap kuat, berkebun, ada modal dan uang dipakai untuk yang produktif. Bukan untuk menata rambut, itu tidak ada kaitannya dengan produktivitas.

Orang nomor satu di Kabupaten Banggai ini mengaku senang sekali pada Pemerintah Desa Buon Mandiri, sebab saat masuk, desa telah menyediakan tempat cuci tangan, baik di gereja dan masjid, ada tempat cuci tangan. “Ini adalah bagian dari kesadaran kita, maka Kades Buon Mandiri telah menyampaikan untuk New Normal, kita harus tetap melaksanakan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” harap Herwin.

Pemerintah kata dia, tentu saja ketika melihat ini. Semua mempengaruhi pendapatan negara dan daerah pasti turun, kenapa turun. Misalnya tukang ojek, sudah tidak ada penumpang, di pasar yang juga kurang pembeli.

Hal senada, disampaikan Wakil Bupati, H. Mustar Labolo di depan warga Desa Buon Mandiri, bahwa BLT-DD dengan Rp300 ribu untuk dibelikan ayam betina sebanyak tiga ekor. Kemudian tiga bulan akan bertelur, misalnya sebanyak 30 butir, bisa dijual atau dikonsumsi. Selanjutnya sudah banyak ayamnya, sebagian bisa dijual, dan lainnya dipotong untuk dimakan. RUM

Pos terkait