Pemberdayaan Masyarakat Jadi Komitmen JOB Tomori di Proyek Senoro Selatan

*Gelar Kegiatan Pelestarian Budaya Daerah dan Bantuan Pendidikan Untuk 78 Anak Kurang Mampu 

BANGGAI RAYA-Sebagai bentuk komitmen Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) untuk melakukan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial (TJS) perusahaan di sekitar area operasinya di Blok Senoro Toili, perusahaan hulu migas yang ada di bawah pengawasan SKK Migas itu kembali memberikan dukungan pelaksanaan kegiatan budaya dan bantuan sosial.

Pada Sabtu hingga Minggu (8-9/6/2024) di Dusun Kayuku, Desa Toili, Kecamatan Moilong, JOB Tomori menggelar kegiatan pelestarian budaya, mengangkat tema Cintai Budayaku, Cintai Negriku yang melibatkan ratusan anak-anak dan ibu-ibu.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan menggelar lomba budaya dan seni, diantaranya lomba kalario, lomba menyanyi lagu daerah, lomba baca puisi, lomba mewarnai dan lomba pantun bahasa daerah.

Pada kegiatan tersebut juga, JOB Tomori menyerahkan bantuan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu di Dusun Kayuku sebanyak 78 orang. Paket bantuan yang diserahkan berupa seragam sekolah, tas, sepatu, topi, dasi, buku dan seperangkat alat tulis. 

Kapolsek Toili AKP Nanang Afrioko yang turut hadir diacara pembukaan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam melatih kreativitas anak-anak, dan ini sebagai bentuk kepedulian JOB Tomori untuk mengembangkan masyarakat.

BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian JOB Tomori untuk mengembangkan masyarakat, sehingganya saya mengajak kepada masyarakat, bergandengan tangan bersama pemerintah dan perusahaan, untuk mendukung proyek nasional berupa pemboran sumur migas di wilayah Kecamatan Moilong,” pesan Nanang.

Hal senada juga disampaikan perwakilan Koramil Batui, yang diwakili Babinsa Kecamatan Moilong, Serma Lasaeli. Menurutnya, pelestarian budaya daerah sebagai penguat identitas masyarakat sangat dibutuhkan saat ini, karena kegiatan pelestarian budaya lokal, sudah jarang dilaksanakan, khususnya di dusun Kayuku. Lasaeli juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta menyukseskan kegiatan pemboran sumur migas yang merupakan kegiatan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Selain itu, Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu C. Bhawono yang diwakili Iwan Gunawan selaku Tim Comdev (Community Development) JOB Tomori, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran JOB Tomori di Kecamatan Moilong tidak hanya semata melakukan kegiatan eksplorasi migas saja, namun juga memperhatikan masyarakat sekitar dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Saat ini program pemberdayaan JOB Tomori khusus di Desa Toili, Dusun Kayuku sedang melakukan penguatan kelembagaan untuk 3 kelompok peternak ayam kampung, 3 kelompok perkebunan tanaman durian dan pala, kemudian satu kelompok usaha pembuatan kue, sehingganya kami berharap dukungan semua pihak agar seluruh program tersebut bisa terlaksana dengan baik,” tutur Iwan.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Kegiatan seni budaya yang berlangsung selama dua hari tersebut, berlangsung cukup meriah, dipandu tim dari Unismuh Luwuk. Bahkan, raut kebahagiaan tampak terpancar dari wajah anak-anak saat acara penyerahan hadiah lomba bagi pemenang, sekaligus pembagian bantuan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, yang telah di data sebelumnya oleh tim Unismuh Luwuk, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Toili. 

Program pemberdayaan JOB Tomori itu telah dilaksanakan jauh sebelum Proyek Senoro Selatan berjalan. Beberapa program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan JOB Tomori di Kecamatan Moilong, seperti Pertanian Agroekologi (tahun 2016 – sekarang), Budidaya Ayam Kampung Super (tahun 2017 – 2019), Pemanfaatan Serak Sulawesi (tahun 2019 – sekarang), Program Desa Mandiri Biogas (tahun 2018 – 2020), Pelatihan Olahan Pangan Berbasis Buah Naga (tahun 2018), UMKM Herbal (tahun 2020 – sekarang), Penanganan Stunting dan Peningkatan Kualitas Kesehatan (tahun 2021 – sekarang), Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (tahun 2023), Pelatihan Pengemasan Produk (tahun 2023), Pengurusan Izin Produk Halal (tahun 2023), Penanaman Bibit Buah Produktif (tahun 2023), Peningkatan Sarana Fasilitas Puskesmas Toili (tahun 2023), Perbaikan Fasiltas Umum Ruang Kelas PAUD (tahun 2023), Rehabilitasi SD Inpres Desa Toili (tahun 2023), Pelatihan Digital Marketing (tahun 2023), Pelatihan Menjahit Tingkat Dasar (tahun 2023), dan Bimtek Program Kampung Iklim (tahun 2023 – sekarang). Ada juga  Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Ketahanan Pangan (tahun 2023 – sekarang), Budidaya cabai Dewata (tahun 2023 – sekarang), Budidaya Ayam Pedaging (tahu. 2023 – sekarang),  Pelatihan Kejuruan Teknik Las SMAW 3G (tahun 2023 – 2024),  Survei Halal Produk VCO & Beras Organik (tahun 2024 – sekarang), Survei Pupuk Organik & Pengambilan Sampel untuk Sertifikasi Pupuk (tahun 2024 – sekarang), dan Ekowisata Organik (tahun 2024 – sekarang).

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Sebagian besar program pemberdayaan masyarakat desa di atas merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja sama JOB Tomori dengan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Melalui dukungan dan kerja sama semua pemangku kepentingan diharapkan dengan semua kegiatan diatas dapat memunculkan sentra ekonomi baru, membuka lapangan kerja, memberikan stimulus serta kemajuan pembangunan daerah,” tambah Visnu C Bhawono secara terpisah.**

Pos terkait