Pembelajaran Kunjungan Rumah Dihentikan

Rudi Budaya

BANGGAI RAYA- Jika sebelumnya proses belajar mengajar dengan cara mengunjungi rumah peserta didik dibolehkan, maka saat ini untuk sementara dihentikan. Kebijakan ini harus diambil setelah kasus Covid di Kabupaten Banggai meningkat tajam. Bahkan, jumlah kasus Covid di daerah ini adalah terbesar kedua setelah Kota Palu. Kabupaten Banggai berubah status menjadi zona merah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banggai pun mengambil langkah cepat. Kepala Disdik Banggai, Hj. Nurdjalal mengeluarkan surat edaran nomor 1712/800/Disdik, tertanggal 20 Oktober 2020, tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran di masa darurat penyebaran Covid-19.

Dalam surat edaran khususnya di poin 2 menyebutkan bahwa pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengen metode luar jaringan (Luring) atau kunjungan ke rumah-rumah siswa untuk sementara dihentikan.

Kunjungan rumah ini kembali dilaksanakan mengacu surat edaran/penyampaian/himbauan terbaru dari Kemendikbud RI, Gubernur Provinsi Sulteng, Bupati Banggai, atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai.

Kepala Seksi Kurikulum, Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Rudi Budaya kepada Banggai Raya membenarkan hal tersebut. “Untuk sementara (kunjungan rumah) dihentikan, karena kondisi kita (Banggai) masuk zona merah untuk pandemi virus corona,” kata Rudi Budaya melalui telepon genggamnya, Rabu (21/10/2020).

Pemberhentian sistem belajar-mengajar kunjungan rumah itu dilakukan Disdik Banggai sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. Sebab dalam beberapa hari ini, terjadi peningkatan penularan Covid-19, sehingga berbagai upaya harus dilakukan.

Disdik sebut Rudi, dalam kurun waktu beberapa hari kedepan, akan mengkaji sistem kunjungan rumah.

Di kondisi saat ini, sejumlah orang tua menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan anak-anak mereka terjangkit virus tersebut. Tak hanya orang tua peserta didik, guru pun demikian.

“Karena tidak tahu siapa yang menularkan, makanya pemerintah menghentikan sementara pembelajaran Luring, saya kira seperti itu,” cetusnya.

Dia berharap, supaya secepatnya terjadi penurunan status Covid-19 di Kabupaten Banggai. Jika kondisi membaik, maka proses belajar mengajar semisal luring atau kunjungan rumah kembali diberlakukan.

Diakuinya, proses belajar kunjungan rumah masih berjalan. Itu khusus diberlakukan bagi mereka peserta didik yang tidak memiliki fasilitas telepon pintar. Namun, tetap harus mencermati kondisi lingkungan sekitar dan tentu saja wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Kami mau lihat perkembangan dalam satu dua minggu ini,” tuturnya.

Dengan bertambahnya kasus ini kata dia, sekolah-sekolah, dan guru-guru sementara ini takut untuk melakukan pembelajaran Luring. Pelaksanaannya diberikan kepada satuan pendidikan masing-masing untuk mengatur, bagaimana pelaksanaan pembelajaran Luring tersebut di masa pandemi ini.

“Sebab ada rasa ketakutan. Biar bagaimana masa-masa seperti ini, juga diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran Luring, dengan mengatur situasi supaya tidak bertambah terpaparnya, atau penularan Covid-19, kira-kira seperti itu, ,” Rudi Budaya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Disdik Banggai, Djamaluddin Mansoba. Ia mengatakan bahwa pembelajaran Luring masih tetap dilaksanakan. Semua itu dikembalikan kepada satuan pendidikan masing-masing dalam mengatur pembelajaran Luring tersebut.

“Tidak, tetap dilaksanakan, hanya dengan melihat sikon (situasi dan kondisi),” tambah Djamaluddin Mansoba.

Untuk diketahui, surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19, surat edaran Kemendikbud nomor 15 tahun 2020, tentag penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19, dan surat Bupati Banggai nomor 800/1429/BKPSDM, tanggal 19 Oktober 2020, tentang perubahan kedua atas surat edaran Bupati Banggai nomor 800/775/BKPSDM tentang protokol tata kerja dalam mendukung sistem kerja pegawai aparatur sipil negara menyongsong pelaksanaan normal baru pada instansi pemerintah Kabupaten Banggai.

Pedoman itu adalah, pertama, pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring.

Kedua, pelaksanaan BDR dengan sistem PJJ dengan metode Luring atau kunjungan ke rumah-rumah siswa untuk sementara dihentikan, dan akan dilaksanakan kembali dengan mengacu pada surat edaran/penyampaian/himbauan terbaru dari Kemendikbud RI, Gubernur Provinsi Sulteng, Bupati Banggai, atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai.

Ketiga, kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan yang bekerja di sekolah (work from school) paling banyak 25 persen, dan yang bekerja di rumah (work from home) sebanyak 75 persen. Keempat, kepala sekolah mengatur jumlah pendidik dan tenaga kependidikan  sesuia point 3, dan selanjutnya membuat surat keputusan untuk pengaturan tersebut. Kelima, berkaitan dengan kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah berlakukan mulai tanggal 21 Oktober sampai 2 Nopember 2020, dan akan dilakukan perubahan dengan keputusan selanjutnya.

Keenam, koordinator pendidikan, penilik pendidikan, pengawas TK, SD dan SMP memantau dan mengawasi proses pembelajaran di wilayah kerjanya masing-masing. RUM