Pelantikan PTPS, Bawaslu Banggai : Tingkatkan Pengawasan Pemilu

BANGGAI RAYA- Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai, Abd.Rahman Sangkota mengimbau, kepada pengawas tempat pemunggutan suara (PTPS) agar segera melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

Pasca dilantik, PTPS jangan hanya duduk diam di rumah, tahapan sudah berjalan, yang kebetulan tahapan saat ini adalah tahapan kampanye, semua peserta pemilihan melakukan giat-giat kampanye.

Demikian disampaikan Abd. Rahman Sangkota di acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji Pengawas TPS se Kecamatan Luwuk Utara, di Aula Kantor Kecamatan Luwuk Utara, belum lama ini.

“Pertama-tama saya mewakili Bawaslu Banggai mengucapkan selamat kepada bapak/ibu Pengawas TPS yang baru saja dilantik, selamat bergabung di keluarga besar Bawaslu Kabupaten Banggai. Tentunya setelah bapak/ibu diambil sumpah, nanti tugas dan tanggungjawab sudah melekat kepada bapak/ibu. Sudah melekat pundak bapak/ibu sebagai pengawas, yaitu pengawas TPS,” kata Abd. Rahman Sangkota.

Ia mengatakan, pengawas wajib untuk melakukan yang namanya pengawasan. Tentunya, pengawas TPS akan menjadi anggota baru di desa dan kelurahan masing-masing, yang nantinya akan membantu pengawasan TPS.

BACA JUGA:  Selama 2 Hari, Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Auditor Mutu Internal

Hari H pemunggutan suara kata dia, tinggal menghitung hari. Kalau dihitung,tinggal sekira 20 hari. Tentunya persiapkan tenaga, karena tidak lama lagi, akan menyelenggarakan Pemilihan Umum.

“Harapan kami, setelah bapak/ibu PTPS dilantik, kembali ke desa dan kelurahan masing-masing, segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, teman-teman kepolisian yang ada di desa, karena kenapa kita penyelenggara wajib bersinergi dengan semua stakeholder yang ada ditingkatan masing-masing. Karena kita saling membutuhkan sebagai pengawas,” ujarnya.

Pengawas kata Abd. Rahman Sangkota, tidak bisa berjalan sendiri, tentunya lewat koordinasi, komunikasi yang baik pengawas TPS segera dilakukan pasca kembali ke desa dan kelurahan masing-masing.

Tidak bisa duduk diam, karena tahapan sudah berjalan. Potensi-potensi pelanggaran itu akan terjadi, bukan hanya di hari H pemunggutan suara, tentu potensi-potensi pelanggaran akan terjadi di tahapan-tahapan kampanye.

BACA JUGA:  Kejari Banggai Limpahksn Kasus Dugaan Korupsi APBDes Matabas ke PN Tipikor Palu

“Perlu perhatian khusus bagi kita sebagai pengawas, pasca bapak/ibu dilantik. Bapak/ibu akan bersama-sama dengan pengawas kelurahan/desa, memastikan di wilayah masing-masing bahwa tidak akan terjadi yang namanya pelanggaran sampai selesainya pemunggutan suara,” harapnya.

Suksesnya penyelenggaraan Pemilu tahun 2024, menurut dia, terkhusus di kecamatan, ada di pundak PTPS. Pengawas bertanggungjawab penuh atas suksesnya Pemilu di tempat bertugas PTPS masing-masing.

Ia berharap kembali, supaya tetap terjaga integitras, seperti apa yang diikrarkan yang dibacakan. PTPS sudah bersumpah janji, menjaga integritas sebagai pengawas. Harapan Bawaslu Banggai agar tetap dijaga integritasnya, netralitas PTPS, karena sudah melekat yang namanya penyelenggara sebagai PTPS.

“Lewat kesempatan ini, PTPS akan dibekali penguatan dari teman-teman Panwaslu Kecamatan, terkait dengan tugas dan wewenang serta teknis pengawasan yang bapak/ibu akan lakukan. Harapan kami, tetap bangun komunikasi dan koordinasi secara berjenjang, secara terpimpin. Ada pengawas kelurahan dan desa disana,” cetusnya.

BACA JUGA:  Warga Antusias ikut Pemilu PSU di Dua TPS di Kabupaten Banggai

Abd. Rahman Sangkota mengatakan, komunikasi secara berjenjang, agar kondisi ataupun masalah di lapangan, semua itu dapat diketahui oleh pimpinan di tingkat kecamatan, yang merupakan perpanjang tangan dari pengawas kelurahan/desa. Sehingga, ketika ada masalah atau kendala, teman-teman cepat mendapatkan yang namanya solusi.

Jangan henti-hentinya kata dia, berkoordiansi dengan semua stakeholder yang ada di desa dan kelurahan. Yang terakhir dari Bawaslu Banggai meminta jaga kesehatan bapak/ibu, karena tinggal menghitung hari.

“Kita akan masuk pada tahapan yang namanya pemunggutan suara, tenaga terakhir kita adalah pasca menghitung sampai rekapitulasi suara. Tentunya kami semua berdoa dan berharap tidak akan terjadi lagi seperti Pemilu 2019 lalu, yang banyak memakan korban penyelenggara. Kami berdoa dan berharap, Pemilu 2024 bisa berjalan dengan sukses, tanpa ada kekacauan, serta pelanggaran,” pungkasnya. RUM