Pelaku UKM Padati Dinkop Usulkan Bantuan

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banggai rencana akan memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah ini. Persyaratannya para pemilik usaha harus mendaftarkan diri ke kantor tersebut dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor handphone (HP) pribadi.

Sehingga, sejak Selasa (4/8/2020) para pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Banggai mendatangi Kantor Dinas Koperasi Dan UKM Banggai untuk mendaftarkan usahanya. Puncak pada Rabu (5/8/2020) kemarin, sebagai hari terakhir bagi pelaku usaha untuk mendaftarkan diri.

Seperti yang dilakukan salah satu Warga Kecamatan Batui, Kamra yang mendatangi kantor tersebut untuk mendaftarkan diri. Dengan harapan bisa mendapatkan bantuan modal demi mengembangkan usahanya, sebagai pembuat Kue Rangina.

“Ada bantuan, so itu banyak orang. Saya tidak tahu bantuan darimana, hanya nama yang didaftarkan. Saya juga mau mendaftar, tapi manusia pe banyak bagini. Saya dari Batui, sampai Kecamatan Toili juga datang untuk mendaftar. Dengan maksud mendapat bantuan modal usaha. Banyak orang yang datang, dan ini hari adalah hari terakhir untuk mendaftar. Hanya nomor KTP dan handphone (HP), itu saja,” kata Kamra kepada Banggai Raya di depan Kantor Pengadilan Negeri Luwuk, Rabu (5/8/2020).

Informasi tersebut kata dia, didapatkan dari media sosial, facebook dan WA, sehingga bersama warga lainnya dari Kecamatan Batui mendatangi Kantor Dinas Koperasi Dan UKM Banggai untuk mendaftar.

Dia memiliki usaha pembuatan kue rangina, dan dijual sampai ke kabupaten tetangga, yaitu Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Dua hari lalu, dia mengetahui bahwa Pemda Banggai akan membantu modal usaha bagi para pelaku UMKM.

“Rumah saya di pantai, Pasar Tua, Batui. Rangina saya jual Rp1000 per picis, biasa orang-orang minta dibuatkan sampai 500 bungkus. Dan usaha saya ini sudah lama. Saya datang supaya bisa mendapatkan bantuan untuk menambah modal usaha,” tambah istri dari Maskun Lasanang ini.

Hal senada, diutarakan salah seorang ibu warga Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara yang memiliki usaha sebagai penjual ikan. Dan dia baru mendapat informasi tentang bantuan tersebut dari temannya. “Kitorang ini lambat loading, sehingga baru dapat kabarnya,” cetusnya. RUM

Pos terkait