Peduli Hafiz Alquran, BMI Salurkan Bantuan Beras 3,4 Ton untuk 7 Ponpes

  • Whatsapp
Berikan bantuan beras untuk para penghafal Alquran. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Sebagai bentuk kepedulian kepada para penghafal Alquran atau hafizh, Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) Cabang Palu menyalurkan bantuan ke sejumlah Ponpes yang ada di Kabupaten Banggai.

Bantuan berupa beras dan mushaf Alquran itu disalurkan melalui unit kerja Pasukan Amal Soleh (PASKAS) Chapter Palu dan Rumah Qur’an Syamil Palu, Jumat (24/9/2021).

Bacaan Lainnya

Sebanyak 3,4 Ton beras dan 240 mushaf Alquran diserahkan secara simbolis kepada Ponpes yang sebelumnya telah didata tiga bulan lalu dan telah diasessmen Tim BMI Pusat.

Ustadz Armin salah satu yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut mengatakan, bantuan beras ini berasal dari sedekah rutin harian masyarakat Sulawesi Tengah yang mengabdikan sebagai orang tua asuh para santri di Pondok Pesantren.

“Mereka berinfak seribu, dua ribu rupiah perhari hingga Rp25 Ribu sebulan. Dari infak yang sedikit-sedikit itu digabung jadi banyak kemudian dibelikan beras bagi para santri. Dan beras yang diberikan adalah beras dengan kualitas terbaik,” ungkap Armin kepada Banggai Raya, Sabtu (25/9/2021).

Bantuan beras untuk para penghafal Alquran. FOTO: ISTIMEWA

Ia menjelaskan, Ponpes yang diberikan bantuan diprioritaskan bagi pondok yang diketahui mengajarkan santri menghafal Alquran untuk mencetak hafidz, dan secara kondisi ekonomi lemah.

Kemudian, para santri yang belajar di pondok tersebut dikenakan biaya yang relatif terjangkau, bahkan sama sekali tidak berbayar. Adanya pondok-pondok pesantren seperti ini memberi peluang belajar bagi para peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Masyarakat muslim yang selama ini hidup dalam keadaan berkecukupan juga diberi peluang beramal jariah dengan berinfak atau bersedekah sebagai sebuah amalan yang sangat besar keutamaan pahalanya dan mudah untuk dilakukan,” tutur Armin.

Aktivis muda muslim Kabupaten Banggai ini menuturkan, sedekah terbaik adalah untuk jihad di jalan Allah. Dan jihad terbaik saat ini adalah berjuang untuk pendidikan Al-Qur’an bagi generasi masa depan Islam dan negara.

Banyak pondok pesantren berdiri dari keinginan kuat para da’i untuk mendidik Alquran kepada para gerasi Islam. Namun karena hampir tidak ada perhatian dari pemerintah sehinggah tempat belajar dan konsumsi sehari-harinya cukup memprihatinkan.

“Nah bantuan beras yang diberikan bertujuan ingin mengamankan perutnya dulu, jangan sampai ada santri yang belajar Al-Qur’an dalam keadaan lapar,” jelasnya.

Ia melihat pondok pesantren memiliki peran penting bagi pendidikan yang harus terus dibantu. BMI ngajak masyarakat untuk melayani semua kebutuhan para santri terutama anak yatim yang menjadi santri, memuliakan mereka, dan membahagiakan mereka.

Adapun 7 Pondok Pesantren yang mulai diberikan bantuan beras secara rutin yakni Pondok Pesantren Al-Fatah Cabang Temboro di Kecamatan Nuhon, Pondok Pesantren Darul Qur’an di Keles pimpinan ustadz Taufik, Pondok Pesantren Darul Arqom Al-Wahda Uso Kecamatan Batui, Pondok Tahfidz Al-Falah dan Hidayatullah di Kecamatan Toili.

Kemudian, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Assunnah dan Fathul Hikam NW di Kecamatan Toili Barat.

Adapun dua tambahan pondok pesantren yang akan diberikan bantuan rutin mulai bulan depan yakni Pondok Pesantren Hikmatulhusna NW dan Darul Qur’an Mulyasari NW di Kecamatan Toili.

Sedangkan beberapa pondok pesantren yang masuk daftar tunggu asesmen secagai calon penerima bantuan. Pondok pesantren yang masuk daftar tunggu akan segera turut diberikan bantuan beras rutin apabila infak dianggap cukup untuk disalurkan pada pondok yang lain. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait