Pedagang Berjualan di Pinggir Jalan  Bikin Pasar Simpong Macet

BANGGAI RAYA- Para pedagang di Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai kembali berjualan di pinggiran jalan, sehingga membuat arus lalu lintas di area pasar menjadi macet.

Sebenarnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Tim Terpadu telah merelokasikan sementara sejumlah pedagang Pasar Simpong ke Terminal Kilometer 8, Kelurahan Tanjung Tuwis pada Juli 2023.

Merelokasikan sejumlah pedagang tersebut, karena Pemda Banggai sedang membangun Gedung Pasar Simpong yang permanen.

BACA JUGA:  Pastikan Kesiapan Pilkada, Badan Kesbangpol Banggai Gelar Rapat Evaluasi

Tapi, para pedagang-pedagang kembali berjualan di komplek Pasar Simpong dengan menempati pinggiran-pinggiran jalan, sehingga membuat arus lalu lintas di jalan tersebut macet.

Pengguna kendaraan bermotor berharap kepada instansi terkait agar sepanjang pinggiran jalan Pasar Simpong bisa bersih dari para pedagang. 

“Kami berharap Sat Pol PP dan Dishub Banggai, serta KUPTD Pasar bisa menertibkan para pedagang yang berjualan di pinggiran jalan. Diharapkan Pemda Banggai bisa melakukan penertiban kepada para pedagang di sekitar jalan Pasar Simpong, supaya jalan tidak macet,” kata salah seorang warga Luwuk, Anto kepada Banggai Raya, Senin (8/1/2024). 

BACA JUGA:  DPRD-Bupati Banggai Sepakati KUA PPAS Tahun 2025

Untuk diketahui, Pemda Banggai telah melaksanakan pembangunan Pasar Simpong, Luwuk dengan biaya sebesar Rp14,3 Miliar melalui dana APBD tahun 2023, dengan model gedung 3 lantai.

BACA JUGA:  Dwi Sucipto Sampaikan Progress 4 PSN Migas, Investasi Capai Rp487 Triliun

Proyek pembangunan Pasar Simpong, Luwuk Selatan dilaksanakan oleh CV Liunuhaseng Brother, Perusahaan dari Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Pemda Banggai mendesain Pasar Simpong akan menjadi pasar modern. Sehingga, pemerintah melakukan penataan kembali pasar tersebut secara keseluruhan, termasuk pasar yang terbakar. RUM

Pos terkait