PDP Meninggal di Puskesmas Nambo, Pemakaman Sesuai SOP Penanganan Covid

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang diduga terjangkit virus corona (Covid-19) meninggal di Puskesmas Nambo, setelah menjalani perawatan beberapa saat. Pasien berjenis kelamin laki-laki itu meninggal pukul 12.45 Wita pada Selasa (14/4/2020), setelah dirawat sejak pukul 12.00 Wita pada hari yang sama.

Menurut Juru Bicara Pusdatin Covid-19 Provinsi Sulteng Haris Kariming, berdasarkan informasi dari Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulteng, terkonfirmasi satu PDP jenis kelamin laki-laki, dirawat sejak pukul 12.00 Wita di Puskesmas Nambo dan meninggal dunia sekira pukul 12.45 Wita.

Jenazah sempat dibawa ke RSUD Luwuk untuk menjalani pemeriksaan dan pengambilan tes swab sudah dilakukan. Sampel swab atau usap tenggorokan itu akan dikirimkan Rabu hari ini  ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kemenkes di Makassar.

Berdasarkan informasi dari Pusdatin itu, pasien yang akhirnya dimakamkan dengan standar operasional prosedur (SOP) protokol penanganan pemakaman pasien Covid-19 Kemenkes RI, memiliki riwayat perjalanan dari Makassar belum lama ini. Pria itu mengalami demam sejak empat hari lalu. Saat dirawat di Puskesmas Nambo, ia berubah status menjadi PDP. Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, pasien datang dengan gejala demam dan panas tinggi, sehingga harus menjalani perawatan. Namun akhirnya nyawa pasien itu tidak tertolong dan meninggal 45 menit setelah menjalani perawatan.

RAPID TES NEGATIF

Sementara itu, berdasarkan rilis dari Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, pasien tersebut sudah menjalani rapid tes dan hasilnya negatif. Petugas juga telah mengambil sampel swab dan baru akan dikirimkan ke BBLK Makassar.

Kronologi PDP Baru ini kata Nurmasita, memiliki riwayat perjalanan dari Makassar naik mobil kampas (boks pengangkut barang, red), tiba di Luwuk tanggal 8 April 2020 . Petugas puskesmas telah melakukan skrining hari pertama dan suhu tubuh pria tersebut adalah 36°c. Ia kemudian menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Statusnya adalah orang dalam risiko (ODR).

Namun tanggal 14 April 2020 pukul 11.00 Wita, pasien masuk puskesmas dengan gejala sesak napas. “Sudah dilakukan komunikasi dengan rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Pasien siap untuk dirujuk dengan mobil 119. Pukul 11.30, kondisi mulai memburuk. Dan pukul 12.15, pasien meninggal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelas Nurmasita.

Sementara itum terkait proses pemakaman, Bupati Banggai Herwin menyatakan bahwa tim gugus tugas telah menyarankan agar pemakaman dan lain-lain dilakukan sesuai standar penanganan Covid-19. “Walaupun status pasien masih diduga terjangkit Covid-19, namun supaya aman, kita sarankan agar proses pemakaman dan lain-lain dilakukan dengan standar Covid-19,” terang Bupati Herwin yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai.

Bupati juga mengatakan, untuk lokasi pemakamannya di Solan Baru, tepat di perbatasan antara Solan Baru dan Mendono, Kecamatan Kintom. DAR

Pos terkait