Pancasila Sebagai Landasan Etis dan Moral dalam Memerangi Korupsi

Oleh : Husnur Ridlo Hidayatullah

(Mahasiswa Fakultas Agama Islam S1 Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

Korupsi memang suatu masalah yang sudah menjadi hal biasa di Indonesia. Karena itu banyak para pegawai bahkan pemimpin menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan korupsi di berbagai bidang, bahkan seolah olah korupsi sudah menjadi hal yang turun temurun bagi mereka tanpa memikirkan dampak bagi masyakat atau orang-orang yang dirugikan. 

Meskipun sudah banyak upaya signifikan yang di lakukan pemerintah namun,tingkat korupsi di Indonesia semakin meningkat. Banyak pejabat tinggi, termasuk Menteri, gubernur, dan anggota legislatif telah terlibat dalam kasus korupsi besar, seperti korupsi e-ktp, suap proyek infrastruktur pembangunan, dan banyak kasus korupsi di sektor lainnya. 

Oleh karena itu, korupsi berdampak banyak bagi masyarakat dan ekonomi di negara ini, yang dimana orang kaya dan berkuasa mendapatkan keuntungan, sementara yang miskin semakin tertinggal. Korupsi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, karena dana yang dikorupsi seharusnya digunakan untuk layanan publik seperti Kesehatan, Pendidikan dan bantuan sosial. Akibatnya, kualitas semakin menurun dan merugikan masyarakat yang membutuhkan.

Agar korupsi tidak terus berlanjut dibutuhkan upaya untuk membangun landasan etis dan moral dalam memberantas tindak korupsi. 

Karena ini sangat penting bagi diri kita untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab dan integritas. Integritas menjadi kunci untuk melawan korupsi. Ketika kita belajar nilai-nilai moral seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, kita akan cenderung untuk jauh dari kegiatan korupsi. 

Pemerintah juga harus menciptakan pengawasan yang efektif untuk mengontrol dan lebih kuat untuk mencegah adanya tidak korupsi. Disamping itu pula pemerintah juga harus memperkuat penegakan hukum yang adil dan tidak memihak pada suatu golongan, menciptakan lingkungan masyarakat yang adil dan transparan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik, tindak korupsi seringkali  menjadi penghambat pembangunan berkelanjutan, biaya yang mestinya di gunakan untuk pembangunan negara, harus lenyap ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan landasan etis dan moral, individu akan lebih bertanggung jawab, pembangunan kebijakan akan diimplementasikan lebih efektif dan efesien. 

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

Pancasila sebagai ideologi negara dan sumber nilai-nilai etis dan moral mejadi peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa. Setiap sila pancasila memiliki makna yang memberikan pedoman etis dan moral yang kuat untuk dapat diterapkan untuk membangun integritas, keadilan, dan transparansi.

-Ketuhanan yang maha esa

Jika kita mempelajari lebih dalam tentang sila pertama ini, kita akan mengetahui nilai etis dan moral yang terkandung didalamnya. Sila ini mendorong kita agar lebih jujur, integritas, dan tanggung jawab karena kita yakin tuhan itu ada dan mengajarkan kita tentang pentingnya akhlaq yang baik dan ketakwaan yang menjadi landasan kita dalam setiap melakukan Tindakan. 

Relevansi sila ini terhadap pemberantasan korupsi adalah bahwa setiap pejabat publik yang memiliki ketakawaan dan keyakinan yang kuat akan lebih cenderung menjauhi tidak korupsi dan berfikir bahwa Tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran agama. Karena nilai-nilai yang terdapat dalam agama akan mengutamakan kejujuran, dan tanggung jawab moral yang dapat memperkuat integritas dalam menjalankan tugasnya.

-Kemanusiaan yang adil dan beradab

Pada sila kedua ini memiliki makna, bahwa setiap tindakan sesorang pemimpin harus berdasarkan keadilan dan memiliki adab yang baik. Menciptakan lingkungan yang adil adalah tugas utama seluruh warga negara. kesenjangan sosial merupakan masalah terbesar dalam setiap negara, karena itu keadilan harus tertanam pada diri seorang pemimpin dan setiap manusia.

Korupsi seringkali menjadikan ketidakadilan bagi masyarakat dan melanggar hak asasi manusia, yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin susah. Dengan mengutamakan keadilan dan adab, pemberantasan korupsi akan lebih difokuskan agar keadilan dan hak-hak masyarakat bisa dirasakan oleh semua warga negara.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

-Persatuan Indonesia

Setiap warga negara harus memliki rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme. Sila ketiga ini memiliki nilai etis dan moral untuk  mendorong kita bahwa kesatuan dan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sama seperti sila sebelumnya, Ketika kita memiliki sifat adil dan beradab, maka sesorang akan cenderung lebih mudah untuk bersosial dan dampak besarnya akan mejadikan masyarakat semakin percaya kepada pemerintah dalam setiap kebijakan dan peraturan yang dibuat.

Namun dengan adanya tindak korupsi menjadikan masyarakat tidak percaya dengan pemerintah dan merusak persatuan dengan menciptakan sikap ketidakpercayaan dan konflik. Oleh karena itu, pemerintah harus membangun kepercayaan masyarakat kepada semua kebijakan publik agar masyarakat Bersatu dalam upaya pemberantasan korupsi dan menjaga keutuhan negara Indonesia. 

-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan/keadilan

Nilai etis dan moral yang terkandung pada sila keempat ini, kita harus menekankan kepentingan demokrasi yang bijaksana dan partisipasif. Seorang pemimpin harus mengajarkan musyawarah untuk mufakat dan keadilan dalam pengambilan keputusan, agar semua yang dilakukan tidak melenceng dari sila keempat ini.

Melakukan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan publik dapat mencegah adanya praktek-praktek tindak korupsi. Masyarakat juga harus bisa berpartisipasi langsung dalam pengawasan dan pengambilan keputusan publik agar meningkatkan kontrol sosial dan mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan.

-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Setelah kita mempelajari sila kedua, kita tau bahwa individu harus memiliki sifat yang adil dan beradab agar setiap Tindakan yang kita lakukan berdasarkan keadilan dan bisa di terima oleh manusia. Pada sila terakhir ini pemerintah harus bisa menciptakan keadilan sosial dan memeratakan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

Kita semua tahu bahwa di Indonesia masih banyak sekali daerah-daerah yang ekonominya masih belum merata bahkan tertinggal dengan daerah-daerah yang lain. Sehingga banyak masyarakat yang beropini bahwa adanya tindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik, pemerintah kurang dalam hal pengawasan sehingga adanya praktik-praktik korupsi didalamnya.

Dengan menerapkan nilai keadilan sosial dapat memastikan bahwa sumber daya negara dapat di pergunakan sesuai hak-haknya, dan dapat mensejahtarakan seluruh rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Setelah kita menelaah semua nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, kita dapat mengimplementasikan dalam praktik anti korupsi seperti dalam hal kebijakan dan regulasi. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan negara harus membentuk undang-undang dan kebijakan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. 

Penguatan Lembaga anti korupsi sangat penting untuk memastikan bahwa penegakan hukum dapat berjalan secara adil dan efektif tanpa adanya tindak korupsi. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam pengawasan dan pelaporan korupsi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan swasta harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memberantas korupsi di negara ini.

Sampai saat ini tindak korupsi masih sangat banyak sekali di Indonesia, bahkan dengan nominal yang sangat besar. Padahal sudah ada Lembaga pemberantasan korupsi bahkan masyarakat sudah menyuarakan akan hal itu. tidak hanya korupsi, pencucian uang sampai tindak penyuapan masih terus berlanjut sampai saat ini. Padahal sudah jelas sekali di jelaskan pada nilai-nilai Pancasila, Kenapa oknum-oknum masih banyak sekali, Dimana letak nasionalisme mereka. (*)

Pos terkait