Nasdem Bantah Kadernya Diancam dan Dikejar Sajam di Kantor DPD Bangkep

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– DPD Partai Nasdem Banggai Kepulauan (Bangkep) membantah salah satu kadernya yang duduk atau menjabat di Parlemen Trikora (DPRD Bangkep) dikejar oleh seorang warga mengunakan senjatan tajam (sajam), beberapa waktu lalu.

Diketahui, pada Rabu (2/11/2022) lalu, beredar berita di media massa yang menyebutkan salah satu anggota DPRD Bangkep dari Fraksi Nasdem di amuk hingga dikejar sajam oleh salah seorang warga.

Bacaan Lainnya

Diduga, aksi oknum warga tersebut dipicu masalah hutang piutang yang tak kunjung di bayar oleh pihak anggota DPRD Bangkep tersebut.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif DPD Partai Nasdem Bangkep, Fahmi Hambali membantah dengan tegas pemberitaan yang menyebut ada oknum anggota DPRD dari Fraksi Nasdem yang dikejar mengunakan senjata tajam akibat masalah hutang piutang.

“Tidak ada kader kami yang dikejar parang oleh salah satu oknum warga karena hutang piutang,” tegas Fahmi melalui press release yang dikirimkan ke wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/11/2022) malam.

Menurut Fahmi, pemberitaan yang menyebut anggota DPRD dari Fraksi Nasdem dikejar mengunakan parang, telah menyudutkan partai Nasdem di mata publik.

“Kami harus klarifikasi, jelas ini telah menyudutkan partai Nasdem dan mengangu konsentrasi kerja kami menuju pemenangan pemilu 2024,” tandas Fahmi.

Fahmi juga menegaskan, jika benar ada kader partai Nasdem duduk di Parlemen Trikora melakukan tindakan yang merugikan nama baik partai, akan menerima sanksi tegas mulai dari teguran hingga sanksi yang lebih keras yakni pemecatan.

“Kalau ada kader partai kami yang melakukan tindakan hingga merugikan nama baik partai, pasti akan menerima sanksi dari partai,” tandas Fahmi.

Namun, Fahmi juga tidak menafikkan, jika kemudian benar ada anggota DPRD Bangkep dari kader Partai Nasdem yang diancam dengan menggunakan sajam, maka partainya tidak akan tinggal diam dan tentu akan melakukan pembelaan secara hukum.

Sebab kata dia, tindakan oknum warga itu merupakan tindakan yang melawan hukum dan bisa di ancam hukuman penjara.

“Kalau itu benar, maka kami akan memberikan pendampingan hukum, termasuk mendorong untuk mempolisikan oknum warga yang mengancam kader kami itu,” Tandas Fahmi.

Fahmi juga menantang kepada oknum warga yang diduga memiliki kaitan utang piutang dengan oknum anggota DPRD yang dimaksud, agar segera membawa perkara itu ke ranah hukum serta tidak mengaitkan masalah tindakan pribadi oknum dengan posisinya di partai.

“Saya minta kepada yang bersangkutan agar masalah tersebut juga di buktikan di ranah hukum baik itu secara perdata maupun secara pidana dan tolong perbuatan pribadi jangan sangkutpautkan dengan partai kami” tutup Fahmi. (*)