MTsN 1 Banggai Minta Pemilik Turunkan Harga Lahan

  • Whatsapp
Jamil Hasyim

BANGGAI RAYA- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Banggai sampai saat ini masih kebingungan untuk membayar lahan yang digugat oleh pemilik lahan sebesar Rp1,6 miliar. Olehnya, pihak madrasah meminta kerendahan hati pemilik lahan untuk menurunkan harga lahan tersebut.

Kepala MTsN 1 Banggai, Jamil Hasyim mengatakan, uang yang sudah dibayarkan kepada pemilik lahan baru Rp70 juta. Dan saat ini, pemilik lahan kembali meminta uang kepada madrasah sebesar Rp130 juta.

Bacaan Lainnya

“Yang sudah kita setor baru Rp70 juta, ini ahli waris ada minta lagi Rp130 juta. Kita tidak tahu mau cari uang di mana,” keluh Jamil Hasyim kepada Banggai Raya di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2020).

Sebagai pihak madrasah, Jamil meminta kerendahan hati kepada pemilik lahan untuk menurunkan harga lahan yang digugat tersebut. Jika harga tetap Rp1,6 miliar kata Jamil, pihak sekolah tidak akan mampu membayarnya.

“Kalau cuma Rp500 juta, saya langsung tandatangan dan saya siap bayar. Saya ambil sertifikatnya, saya gadai di bank, baru bank bayar ke pemilik lahan. Sekolah bayar cicil ke bank setiap tahun saat penerimaan siswa baru. Karena dana komite kita itu Rp150 juta, Rp100 juta bisa bayar cicilan dan Rp50 juta untuk pengembangan madrasah,” tuturnya.

BACA JUGA: Cipayung Gelar Aksi Tolak Kekerasan Perempuan

Menurut Jamil, meminjam dana ke bank untuk melunasi lahan yang digugat, bisa menjadi salah satu solusi. Itu pun kalau pemilik lahan mau menurunkan harga. Tapi jika tidak, maka dipastikan MTsN 1 Banggai tidak mampu membayar.

“Itu Rp70 juta yang kita setorkan ke pemilik lahan hasil sumbangan dari orangtua siswa sebesar Rp35 juta, guru Rp7 juta, Mas Imam yang tukang servis TV Rp5 juta, alumni Rp28 juta. Ini lagi mereka minta Rp130 juta. Uang darimana kita cari, Rp70 juta saja terseok-seok,” katanya.

BACA JUGA: 1.743 Calon PPS Lulus Seleksi Terulis

Ia berharap, pihak pemilik lahan memberikan kepastian terkait harga lahan. Jika harganya masik Rp1,6 miliar, maka dipastikan madrasah tidak akan mampu membayar.

“Melihat kemampuan kita, dan pemerintah juga kami harapkan untuk turun tangan. Harapannya, mari kita pikirkan bersama, agar kami pihak sekolah dan siswa bisa nyaman dalam menjalankan proses belajar mengajar. Kami pihak sekolah, sampai saat ini terus menunggu donasi dari semua pihak. Mari kita berlomba-lomba beramal jariyah, investasikan rezeki kita untuk akhirat,” harapnya. JAD