Monev Program Pemberdayaan JOB Tomori, UMKM Terbukti Tangguh di Masa Pandemi

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA-Selain memiliki tugas utama untuk menghasilkan migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), juga memiliki peran strategis lain, yakni memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Dan untuk memastikan peran pemberdayaan tersebut berjalan dengan baik, JOB Tomori yang berada di bawah pengawasan langsung SKK Migas, menggelar monitoring dan evaluasi (monev) program pemberdayaan secara rutin.

Untuk tahun 2023 yang digelar pada Jumat dan Sabtu (27-28/1/2023) di salah satu hotel di Luwuk, monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan JOB Tomori juga melibatkan Pemda Banggai dan OPD terkait. Monev tersebut diikuti semua kelompok pemberdayaan mitra binaan JOB Tomori yang berada di sekitar area operasi perusahaan, yaitu dari wilayah Kecamatan Batui Selatan, Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai dan dari Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara yang berada disekitar area lapangan Tiaka.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, hadir juga Camat Batui Selatan bersama Kades Sinorang, Kades Paisubololi, Kades Masing, Kades Bonebalantak dan Kades Gori-Gori, serta Camat Moilong bersama Kades Saluan, Kades Mulyoharjo, Kades Sumberharjo dan Kades Karanganyer.

Menurut GM Zona 13 yang membawahi JOB Tomori dan Pertamina EP Donggi Matindok Field, Benny Sidik, monev ini untuk mengevaluasi program-program pemberdayaan yang sudah berjalan diberbagai bidang, yakni ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain lain.

Hal ini sebagai bukti komitmen JOB Tomori bahwa di luar tugas utama sebagai penghasil migas di tanah yang diberkahi yakni Kabupaten Banggai, JOB Tomori juga ingin memastikan kewajiban untuk berpartisipasi dalam memajukan Kabupaten Banggai terlaksana dengan baik sesuai dengan visi dan misi Bupati dan wakil Buapti Banggai.

Ia bersyukur, di tengah kesibukan luar biasa, bupati dan wakil bupati bisa hadir di kegiatan kali ini, dan hal ini merupakan tanda support pemda pada kegiatan JOB Tomori.

Ia berharap hubungan JOB Tomori dan Pemda Banggai bersama masyarakat, bisa kian rapat, agar apa yang disumbangsihkan JOB Tomori sesuai dengan apa yang diperlukan masyarakat, dan sesuai dengan perencanaan Pemda Banggai. “JOB Tomori akan terus mensuport apa yang dilakukan Pemda Banggai, dan semoga keberadaan JOB Tomori memberi manfaat yang optimum,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Benny Sidik juga memaparkan bahwa tenaga kerja di JOB Tomori sebagian besar adalah putra-putri Banggai atau sekira 70 persen, sementara di Pertamina EP DMF sekira 80 persen. Karenanya kata dia, apa yang dicapai JOB Tomori dan PEP DMF, tidak akan dicapai tanpa dukungan putra putri Kabupaten Banggai.

Sementara Kepala SKK Migas Kalsul, Azhari Idris mengatakan bahwa kontribusi UMKM luar biasa terutama saat dan pasca Pandemi Covid.

“Sudah terbukti, di masa pandemi hingga usainya pandemi Covid, UMKM itu paling tangguh. Kontribusi UMKM membangun perekonomian sudah terbukti luar biasa,” tegasnya.

Karena itu kata dia, SKK Migas bersama KKKS akan terus mendukung pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di sekitar daerah operasi. “SKK Migas berharap pasar produk UMKM semakin berkembang dan ini juga berkat peran JOB Tomori dan DMF. Mudah-mudahan bersama pemerintah akan terus mendukung promosi hasil-hasil olahan UMKM,” tuturnya.

Terkait dengan produksi migas di Banggai, Azhari Idris menyatakan sebagai yang terbesar di Sulawesi saat ini, dan produksi JOB Tomori itu belum 100 persen di keluarkan dari perut bumi Banggai.

“Ini masih bisa ditingkatkan dan dijual. Karenanya, yang disuport bukan hanya CSR, tapi juga produksi migas, agar DBH juga makin meningkat. Saya yakin kontribusi DBH bagi daerah akan makin meningkat di tahun-tahun mendatang. Apalagi masa operasi JOB Tomori dan PEP DMF, masih cukup lama, masih bisa 20 atau 30 tahun lagi. Karenanya, industri ini akan menjadi bagian dari kehidupan Kabupaten Banggai,” kata Kepala SKK Migas Kalsul.

Sementara itu Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menyampaikan bahwa peran industri migas cukup besar, baik dalam pengembangan UMKM maupun mensuport anggaran pemerintah melalui DBH. “DBH yang cukup besar ini akan kita optimalkan untuk membangun daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat ,” kata Bupati.

Pada bagian lainnya, ia juga berharap JOB Tomori bisa memilih 5 sampai 10 UMKM untuk kemudian dibawa ke Thailand. “UMKM yang cukup maju itu di Thailand, sehingga bisa menjadi contoh bagi UMKM daerah,” ujarnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi itu dibuka secara bersama oleh Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Furqanudin Masulili.

Hadir juga pada kegiatan itu Senior Manager Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardhana, pimpinan OPD di Kabupaten Banggai dan peserta monev yang terdiri dari 45 orang penerima manfaat, 3 orang perwakilan dari BumDes, 13 orang kelompok herbal, 3 orang dari Bank Sampah, 4 dari Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA), 6 orang dari kelompok masyarakat pesisir, 5 orang kelompok tani organik, 1 orang perwakilan kelompok usaha muda, kemudian perwakilan dari kelompok penanganan stunting, perwakilan komunitas adat terpencil Tombiobong, serta perwakilan kelompok konservasi penyu dan perwakilan ekowisata.DAR/**

Pos terkait