Meski Kuliah Sambil Kerja, Raniati Sopyan Berhasil Masuk 7 Besar Lulusan Terbaik Untika, Kini Ingin Lanjut S2

BANGGAI RAYA- Raniati Sopyan S.Sos., menjadi salah satu lulusan wisudawan sarjana terbaik di Wisuda Angkatan XXIX Universitas Tompotika (Untika) Luwuk beberapa waktu lalu.

Meraih IPK 3,74, lulusan Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP itu berhasil masuk dalam tujuh besar dengan peringkat ke 7 lulusan terbaik di kampus biru.

Kemudian, atas prestasinya, Raniati Sopyan menjadi peraih IPK tertinggi di fakultasnya.

Berhasil meraih IPK tinggi dan masuk dalam jajaran lulusan terbaik, ternyata Raniati Sopyan memiliki cerita sendiri di balik kesuksesannya dalam kuliah.

Berikut profil lengkapnya. Raniati merupakan kelahiran Paisuluno 10 Mei tahun 2000.

Gadis cantik bercadar asal Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan itu merupakan buah hati pasangan dari Amin Sopyan dan Marnia Samaida.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Sang ibu, merupakan ibu rumah tangga dan ayah bekerja sebagai petani. Dengan penghasilan pas-pasan, tentunya keluarga sangat terbantu karena Raniati menjadi salah satu penerima beasiswa Bidikmisi.

Meski menerima beasiswa Bidikmisi, Rani, sapaan akrabnya, tidak manja. Ia menjalani kuliah sembari kerja.

“Saat kuliah saya bekerja juga, dengan pekerjaan yang tidak menentu,” ungkap Rani kepada Banggai Raya Sabtu sore (8/10/2022) via pesan WhatsApp.

Meski bekerja dengan pekerjaan yang tak menentu, tak menjadi masalah bagi Rani. Yang penting baginya, bisa membayar sewa kos setiap bulannya.

“Walaupun saya Alhamdulillah menerima Beasiswa Bidikmisi. Tetapi saya tidak manja dengan adanya beasiswa tersebut,” katanya.

BACA JUGA:  Naik Turunnya Keuangan Syariah: Refleksi Ketidaksempurnaan

Meski kuliah sambil kerja, tak menggganggu kuliah Rani. Bahkan ia bisa meraih IPK tinggi dan keluar sebagai lulusan terbaik.

Olehnya, bisa meraih IPK tinggi meski sembari kerja, Rani lulusan penerima Bidikmisi ini tak luput menyampaikan rasa syukurnya.

“Ini tentunya sesuatu hal yang sangat saya syukuri dan tetap rendah hati. Karena IPK hanyalah soal angka dan semua wisudawan wisudawati itu terbaik,” tuturnya.

Bisa meraih IPK tinggi dan keluar sebagai lulusan terbaik, Raniati Sopyan memiliki tips sendiri. Ia pun ingin berbagi dengan mahasiswa lainnya.

“Tips dari saya, kerjakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Kemudian selalu semangat , tidak menunda-nunda waktu dan selalu optimis,” beber Rani.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Kemudian, tips lainnya untuk bisa meraih IPK tinggi, mahasiswa diminta untuk selalu ingat kedua orangtua yang menanti anaknya di wisuda. Sehingga ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi dan lulus tepat waktu.

Lulus dengan prestasi membanggakan, Rani mengaku ingin melanjutkan studi S2. Saat ini, ia mencari peluang beasiswa untuk bisa melanjutkan studinya.

“Kalaupun belum diizinkan untuk bisa lanjut S2, saya mau kerja dulu dan semoga suatu saat nanti dari hasil kerja pelan-pelan bisa lanjut kuliah,” harapnya. (*)

Editor: Jajad Sudrajad

Pos terkait