Mengais Rezeki di Reruntuhan Eks Toko Asia Baru

  • Whatsapp
SALAH seorang ibu sedang memotong besi tua di reruntuhan gedung eks Toko Asia Baru atau Cabang Cokro 2000 Luwuk. FOTO: RUM LENGKAS
OLEH: MUH RUM LENGKAS

TUHAN telah menebarkan rezeki di mana saja dan kapan pun. Sisa manusianya saja yang berikhtiar mencari rezeki yang telah ditebar di muka bumi. Di kondisi seperti ini dalam cengkraman pandemi, kegiatan masyarakat menjadi sedikit terganggu. Praktis, ekonomi masyarakat menjadi sulit.

Tak sedikit orang yang harus kehilangan pekerjaan gegara pemecatan dari tempat kerja, buntut nihilnya pendapatan. Seolah tak kuat menanggung beban untuk membayar upah pekerja.

Bacaan Lainnya

Untuk tetap mengepulkan asap dapur, pekerjaan apa pun yang penting halal dikerjakan. Di mana ada peluang rezeki, di situlah tempat mengaisnya.

Seperti bidikan Banggai Raya, Selasa (12/10/2021). Sejumlah warga mengumpulkan besi bekas penopang bangunan eks Toko Asia Baru yang dibongkar. Eks toko yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Luwuk, telah dibongkar total menggunakan ekskavator sejak Senin hingga Selasa (11-12/10/2021).

Besi bekas itu tak disia-siakan sejumlah warga Luwuk. Mereka mengambil besi-besi itu, lalu dijual ke pengepul.

Mereka yang mengambil besi bekas itu bukan hanya pria, tapi ada juga seorang ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga ini hanya bermodalkan martil dan gergaji besi berusaha untuk mengumpulkan besi-besi tersebut, yang kemudian akan dijualnya.

Ibu yang memakai hijab coklat fokus dengan mengambil besi-besi itu, walaupun di tengah-tengah para pekerja sedang melakukan aktivitas, dan operator ekskavator sedang meratakan tumpukan tanah bekas galian.

Tumpukan besi tua itu cukup banyak. Para pengumpul besi itu merasa bersyukur, karena pemilik gedung itu tak melarang. “Alhamdulillah, tek dilarang sama tuannya baambe ini besi,” ujar Nur, ibu rumah tangga warga Luwuk.

Meskipun ia mengaku, tak tahu persis harga per kilo besi bekas, tapi ia berkeyakinan besi yang terkumpul itu akan berubah jadi lembaran uang. “Ya untuk bantu suami beli kebutuhan di rumah,” ucapnya lirih.

Besi yang terkumpul itu diangkut ke gerobak. “Lumayan banyak ini besi. Ini mo dijual,” katanya sambil berlalu. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait