Melalui Diskusi Panel, P2KBP3A Banggai Gelar Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting

  • Whatsapp
Pelaksanaan audit stunting dan manejemen kasus stunting melalui diskusi panel. FOTO: DINAS KISP BANGGAI

BANGGAI RAYA- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai menggelar Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting pada Kamis pagi (22/9/2022) di Hotel Kota Luwuk.

Audit Stunting dan Manajemen Kasus Stunting Melalui Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting ini dibuka secara resmi oleh Assisten Administrasi Umum Setda Banggai, Drs. H. Mohamad Kamil Datu Adam.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri Dandim 1308 LB (diwakili), Perwakilan BKKBN Perwakilan Provinsi  Sulteng, Tim Pakar Audit Stunting, Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa, Para Pimpinan OPD, Kementerian Agama, Camat Luwuk Timur, dan sejumlah peserta lainnya.

Bupati Banggai dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten Administrasi Umum Setda Banggai Drs. H. Mohamad Kamil Datu Adam, M.Si., mengatakan, percepatan penurunan stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas.

Hal ini tentunya melalui kerja sama multi sektor mulai dari pusat, daerah hingga desa.

“Untuk itu demi mencapai hasil yang optimal tentunya dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk percepatan penurunan stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Banggai,” katanya.

Dijelaskan, Audit Kasus Stunting adalah identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans atau sumber data lainnya, dalam Perpres No. 72 Tahun 2021 Tentang percepatan penurunan stunting, mengamanatkan pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.

Olehnya, agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah, perlu ada formulasi kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada, satu diantaranya adalah audit kasus stunting pada hari ini.

Audit kasus stunting dilakukan melalui empat kegiatan yaitu pembentukan tim audit, pelaksanaan audit kasus stunting dan management pendampingan keluarga, diseminasi dan tindak lanjut.

“Dalam pelaksanaan percepatan stunting di Kabupaten Banggai diharapkan dengan adanya satu komitmen dari semua mitra kerja dan stakeholders terkait, mampu menekan angka stunting di Sulawesi Tengah. Dan menghasilkan satu data yang dapat menjadi acuan bagi Pemerintah di tingkat daerah maupun pusat dalam penentuan intervensi jangka panjang yang tepat guna dan sasaran terciptanya indonesia bebas stunting,” tutupnya.

Sementara itu, Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa berharap melalui audit kasus stunting ini semua pihak semakin memahami faktor risiko terjadinya stunting, baik pada calon pengantin, ibu hamil, anak baduta, dan balita agar dapat dicegah pada level keluarga.

Selain itu, audit stunting juga diharapkan dapat menghimpun rekomendasi untuk ditindaklanjuti guna mengurangi faktor risiko pada individu yg di audit.

“Semua ini diharapkan bermuara pada penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Banggai,” tandasnya. (*)