Mediasi Buntu, Kasus Perundungan di Sekolah Balut Berlanjut Proses Hukum

BANGGAI RAYA – Berdasarkan perintah Bupati Banggai Laut (Balut) Sofyan Kaepa kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) dan bagian Perlindungan Anak Dinas PMDP3A Balut untuk memediasi secara kekeluargaan permasalahan yang terjadi di SMPN I Labobo Desa Lipulalongo berjalan buntu dan berlanjut ke proses hukum. 

Saat mediasi bersama orang tua korban dan orang tua pelaku Sekertaris Dikpora Balut, Irsan A. Mamah didampingi Kapolsek Lobangkurung, Iptu Arlan, Kepala desa Lipulalongo, Nuslam N. Sabina, Kepala sekolah, Jasman dan beberapa orang guru serta dari Perlindungan Anak di ruang tata usaha SMPN I Labobo Selasa (13/5/2024) Pukul 15.30. 

BACA JUGA:  Apresiasi Kinerja 2023, BPJS Kesehatan Luwuk Beri Penghargaan Pada 5 FKTP, Ini Daftarnya!

Informasi dihimpun media ini, karena tuntutan orang tua korban dianggap orangtua pelaku terlalu tidak pada kewajaran akhirnya jalan damai tidak dapat dipenuhi dan pihak pelaku sudah siap untuk menempuh jalur hukum. 

Sekdis Irsan A. Mamah pada media ini setelah pertemuan mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan memediasi. 

“Kami hanya sebatas memediasi tapi kalau kedua belah pihak tidak ada titik temu maka jalur hukum jalan satu-satunya, tapi orangtua harus mengingat bahwa jalur hukum itu akan berdampak pada pisiologis anak itu yang kami takuti”, kata Sekdis. 

BACA JUGA:  Forum Kemitraan dan Komunikasi Bahas Optimlisasi Program JKN di Banggai

Sementara itu,Kapolsek Lobangkurung, Iptu Arlan mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin  agar permasalahan ini bisa di atur secara kekeluargaan. 

“Kami mulai dari pelaporan sudah mengupayakan kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau kedua belah pihak tidak ada titik temu, kami pihak kepolisian siap melayani ke.proses selanjutnya”, kata Iptu Arlan. 

BACA JUGA:  Animo Tinggi, Pendaftar di SMPN 3 Luwuk Sudah Tembus 437 Peserta

Sementara itu orang tua pelaku saat ditemui setelah pertemuan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menerima tuntutan para orangtua korban. 

“Saya tidak bisa menerima tuntutan dari orangtua korban karena sudah di luar ambang kewajaran, maka saya sudah siap anak saya diproses secara hukum walaupun itu saya tahu konsekuensi mental anak saya akan menurun”, kata orang tua pelaku yang juga seorang pendidik salah satu sekolah menengah atas. ASW