Mayoritas Rakyat Tak Percaya Isu Penjegalan AT di Pilkada Banggai

Faisal Lalimu

BANGGAI RAYA- Isu Penjegalan terhadap Amirudin Tamoreka (AT) dan pembentukan Provinsi Banggai Raya belakangan marak diperbincangkan berbagai kalangan di Banggai baik itu di sosial media facebook hingga WhatsApp Group.

Isu ini kian santer dibicarakan karena AT yang merupakan Bupati Banggai saat ini belum mendapat kepercayaan partai politik (Parpol) untuk bisa mencalonkan kembali di Pilkada Banggai November 2024 mendatang. Sehingganya ada sejumlah pihak yang mencoba memainkan situasi ini dengan menyebar opini dan isu penjegalan terhadap AT.

Elit politik yang ada di Sulawesi Tengah menjadi sasaran isu dari sejumlah pihak terhadap penjegalan AT maju di Pilkada Banggai. Meski isu ini tak mendasar dan hanya terkesan dibuat-buat tanpa referensi jelas, namun memantik reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Politisi Nasdem Faisal Lalimu.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banggai ini menyayangkan adanya opini yang disebar seolah Amiruddin dijegal untuk mendapatkan rekomendasi partai manapun untuk bisa mencalonkan kembali sebagai calon Bupati Banggai di Pilkada 2024.

Menurut Faisal isu tersebut bukan memantik reaksi positif dari masyarakat, malah sebaliknya akan mengurangi simpati masyarakat banyak. Pasalnya, opini yang dibuat tidak mendasar dan seolah-olah menyalahkan pihak lain. “Opini dan isu seperti ini biasa terjadi setiap menjelang pemilihan kepala daerah, terlebih di Kabupaten Banggai. Isu seperti ini malah masyarakat tidak percaya,” ungka Faisal.

Ia menjelaskan terkait isu pemekaran Provinsi Banggai Raya masih sangat abstrak bahkan masih sebatas narasi yang digunakan sebagai bahan kampanye, belum ada rapat dan kesepakatan rakyat. Pemekaran daerah selalu menjadi jualan politik setiap menjelang momentum pemilihan kepala daerah.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

“Isu pemekaran selalu dijadikan komoditas politik setiap menjelang momentum pemilu baik itu pemilihan anggota legislatif hingga kepala daerah. Masalahnya moratorium pemekaran belum dicabut dan negara saat ini mengalami situasi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja. Kita semua punya mimpi kolektif agar wilayah Jazirah Timur Sulawesi bisa segera mekar sebagai sebuah provinsi apakah Sultim ataupun Banggai Raya,” katanya.

Menyoal rekomendasi partai politik yang belum juga dikantongi oleh Bupati Amirudin Tamoreka (AT) menurut Faisal karena terputusnya komunikasi dengan pimpinan partai politik di daerah. “Pak Amirudin dengan jabatannya sebagai bupati secara otomatis adalah pembina partai politik di daerah. Kegagalan beliau dalam berkomunikasi dengan pimpinan partai itu yang menjadi sulit sehingga rekom partai susah untuk didapat,” tandasnya.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

“Ada kultur secara politik di Banggai ini yang belum dipahami oleh pak Amirudin. Mungkin saja beliau menganggap semua itu muda karna punya satu dan lain hal padahal tidak demikian,” tambah Faisal.

Sama halnya dengan Partai Nasdem, Faisal mengatakan akan sangat sulit bagi Amirudin untuk mendapatkan rekomendasi dari partai besutan Surya Paloh ini walaupun berkemungkinan.

Ada beberapa alasan mendasar yang menyulitkan Amirudin untuk bisa kembali diusung Partai Nasdem. Salah satunya beliau sebagai kader Nasdem tetapi gagal membesarkan Nasdem di Kabupaten. NAL

Pos terkait